Antrian Ratusan Truk Padati Area Pelabuhan Merak

BIOENERGICENTER.COM, Merak  – Ratusan truk bermuatan sembako dan kendaraan roda dua mengantri memenuhi area Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Provinsi Banten sampai keluar di jalan raya.

“Saya sudah hampir dua jam, antri di dalam Pelabuhan Merak, sampai sekarang belum juga masuk,” kata salah seorang sopir truk angkutan sembako, Hendri, yang ditemui di Dermaga I Pelabuhan Merak, Sabtu dini hari.

Dia menjelaskan, dirinya tidak mengetahui, kenapa ia dan ratusan truk lainnya belum bisa masuk kapal dan menyeberang. “Saya tidak tahu, kenapa terjadi antrian lagi di Pelabuhan Merak,” katanya menambahkan.

Senada diungkapkan oleh sopir truk yang mengangkut kendaraan roda dua, Anto Wardi. Menurut dia, sudah lebih dari dua jam dirinya antri di dalam Pelabuhan Merak.

“Sepertinya, kalau saya perhatikan antrian truk yang ada, dikarenakan adanya satu dermaga di Pelabuhan Merak, yang tidak maksimal operasinya,” katanya menambahkan.

Pantauan di lapangan, antrian ratusan truk yang ada di Pelabuhan Merak, dikarenakan di Dermaga I Pelabuhan Merak sedang ada pengecoran, sehingga lahan yang ada dan kapal yang beroperasi tidak maksimal.

Akibat adanya pengerjaan jalan di dekat Dermaga I, truk yang ada saling berebut masuk ke kapal, dan membuat kegaduhan dengan membunyikan suara klakson yang tidak henti-henti.

Terpisah, Direktur Usaha Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry, Prasetyo B Utomo saat ditemui Sabtu dini hari di ruang VIP PT ASDP Merak, pengerjaan jalan menuju Dermaga I tidak menghambat dari pengoperasian kapal.

“Dermaga I masih dioperasikan seperti biasa, memang karena ada perbaikan jalan, maka ada ruang yang tidak bisa digunakan oleh kendaran,” ujarnya.

Sebelumnya, Pelaksana harian (Plh) Manager Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Didi Juliansyah mengatakan, 24 dari 29 kapal roll on Roll off (roro) dioperasikan untuk hadapi natal.

Sumber

Baca Juga Cara Cepat Mendongkrak Kesuksesan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *