Audit BPKP pada Kejanggalan Proyek Renovasi Ruang Banggar

BIOENERGICENTER YOGYAKARTABIOENERGICENTER.COM, JAKARTA – Cemooh publik terus berdatangan pada institusi DPR atas berbagai proyek yang dinilai mengusik keadilan rakyat. Tak tinggal diam, Ketua DPR Marzuki Ali menyatakan telah meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit sejumlah proyek yang dianggap mencurigakan oleh publik.

“Dan saat ini BPKP pun sedang melakukan pemeriksaan terhadap proyek-proyek yang menurut pandangan publik itu ada unsur KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme),” ujar Marzuki Alie, dalam jumpa pers seusai melaporkan sejumlah proyek Setjen DPR bermasalah ke kantor KPK, di Jakarta, Jumat (20/1/2012).

Marzuki yang juga menjadi Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, mengatakan audit tersebut merupakan realisasi atas nota kesepahaman antara BURT dan BPKP yang dilakukan pada 2011. Audit ini juga untuk menjawab tanda tanya publik terhadap proyek-proyek yang ada di Setjen DPR.

“Ini supaya masyarakat tahu, bahwa kami sudah berusaha bekerjasama dengan BPKP, sudah ada MoU bersama BPKP,” kata dia.

Politisi Partai Demokrat itu enggan menyebutkan proyek-proyek Setjen DPR yang tengah diaudit BPKP. Diketahui, proyek-proyek yang tengah menjadi sorotan publik karena biaya fantastisnya itu, di antaranya proyek renovasi ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR, perbaikan toilet anggota dewan, anggaran pengadaan kalender, hingga parkir sang legislator.

Sekjen DPR, Nining Indra Saleh, yang ikut bersama Marzuki, mengakui satu di antara proyek yang diaudit itu adalah renovasi ruang rapat Banggar DPR yang menelan biaya Rp 20,3 miliar.

Meski berani memastikan tak ada peraturan perundang-undangan seperti pidana korupsi, yang dilanggar dalam proyek tersebut, Nining menilai audit BPKP diperlukan guna menjaga asas praduga tak berasalah. Dan Setjen DPR baru akan menerima hasil audit BPKP proyek tersebut dalam dua minggu.

“Dan saat ini BPKP sedang lakukan audit terhadap proyek renovasi ruang rapat Banggar. Dia (BPKP) minta waktu. Mungkin waktunya dua minggu. Dan hasilnya akan disampaikan kepada pimpinan DPR,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Marzuki Alie langsung berang dan sempat mengancam memecat Nining lantara kaget dan tidak mengetahui proyek pembangunan ruang rapat Banggar yang menelan biaya Rp 20 miliar. Terlebih lagi dengan adanya fasilitas tempat istirahat di dalam ruang tersebut.

Politisi Partai Demokrat itu langsung meminta Nining melakukan evaluasi terhadap pembangunan ruang rapat tanpa persetujuannya itu.

SUMBER

Raih Berbagai Manfaat & Solusi dari Buku KECERDASAN BIOENERGI. Dapatkan BONUS CD Kesuksesan jika Pesan Sekarang. Persediaaan TERBATAS..!!!!!

Bagikan :