Tukang Fitnah

Bahaya Tukang Fitnah Menurut Islam

Tukang Fitnah – Penyebar fitnah bukan hanya dari orang kafir saja, namun juga sesama muslim. Yang kedua inilah yang justru berbahaya, sebab Tukang Fitnah akan menjadikan perpecahan di kalangan umat muslim khususnya. Bahkan mereka memakai topeng ayat dan sunnah serta memanfaatkan orang awam yang ingin kembali kepada sunnah. dan tak jarang mereka menyudutkan tokoh-tokoh penting tanpa ilmu dan pengetahuan yang ada, hingga terjadi pro kontra antar umat/jamaahnya.

Karena itu Rosululloh Saw, mengingatkan kita agar berhati-hati kepada Da’i yang berada di ambang pintu Jahanam. Mereka adalah manusia yang mengaku beragama Islam. Semestinya seorang muslim  senang bila ada orang muslim lainnya yang berpegang dan mengamalkan Islam dari bebagai sudut keilmuan, bukan malah sebaliknya. Tukang fitnah merelakan energinya untuk menebar kebencian dan menimbulkan mala petaka.

Baca juga: Pencemaran Nama Baik dan Fitnah Tentang Bioenergi Center

Rosululloh Saw.bersabda :

” MAKA SESUNGGUHNYA DARAHMU DAN HARTAMU HARAM DIGANGGU SEBAGAIMANA HARAMNYA KAMU MENGGANGGU SAUDARAMU PADA HARI INI ( AROFAH ), PADA BULAN INI ( DZULHIJAH ) DAN DI NEGRI INI ( MAKKAH ), SAMPAI ENGKAU MENJUMPAI ROBBMU”

HR. BUKHORI . 6/412

Wahai Tukang Fitnah dan penyebar fitnah !

Hendaklah kalian waspada. bisa jadi kalian lolos dari hukuman dunia, akan tetapi ingatlah siksaan di akhirat lebih dan lebih hina. Agar kita tidak menjadi penggunjing dan pemfitnah, mari kita perhatikan bahayanya :

* Tukang Fitnah akan Mendapat Siksaan.

Firman Allah Ta’ala.:

” sesungguhnya orang-orang yang ingin agar ( berita ) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat.

Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahi.(QS. an-Nur : 19)

*Tukang Fitnah Memikul kebohongan dan dosa yang nyata

Allah Ta’ala berfirman :

” Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”

(QS. al-Ahzab : 58)

Baca juga: Cara Mengatasi Masalah dengan Kapsul Bioenergi

*Melenyapkan amal baiknya apabila perkaranya tidak diselesaikan di dunia.

Dari Abu Huroiroh ra. Rosululloh Saw. bersabda :

” Barang siapa yang dirinya merasa mendholimi saudaranya, hendaklah dia membebaskannya, karena tidaklah di sana dia memiliki satu dinar dan satu dirham berupa kebaikan melainkan akan diambil oleh saudaranya, maka jika ia tidak memiliki kebaikan, akan diambilkan dosa saudaranya lalu dilemparkan kepada dirinya.”(HR. Bukhori : 2269.)

*Penyebar Fitnah tanda  ( mengingkari al-Quran )

Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

” Sesungguhnya yang meng ada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.”

(QS. an-Nahl : 105.)

* Tukang Fitnah Lebih Besar Dosanya daripada Pemakan Riba.

Rosululloh Saw, bersabda :

” Sesungguhnya paling beratnya dosa riba orang yang selalu melecehkan kehormatan orang muslim tanpa dalil yang benar.”HR. Abu Dawud : 14/163, bersumber dr Sa’id bin Zaid.

Jika perlu riba’ memakan harta riba’, maka orang yang memfitnah itu sama halnya dengan memakan daging saudaranya yang mati. (lihat QS. al-Hujorot : 12.)

* Tukang Fitnah Berarti Menyetor Saudaranya.

Rosululloh Saw. bersabda :

” Tidaklah halal seorang muslim meneror seorang muslim lainnya.”

HR. Abu Dawud : 14/344

*Penyebar Berita Fitnah Hendaknya Takut Kepada Allah.

Karena sesungguhnya tidaklah satu kalimat yang keluar dari mulutnya melainkan malaikat mencatatnya.

Allah Ta’ala berfirman :” Tidaklah suatu ucap-an pun yang di ucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”  (QS. Qof : 18.)

Abul Laits berkata: “Jika ada orang memberitahu kepadamu bahwa Fulan menjelekkan kau, maka kau harus menyikapi dengan enam sikap yaitu:

1.Jangan percaya kerana tukang fitnah atau tukang adu domba itu tidak dapat diterima persaksiannya Sebagaimana firman Allah s.w.t. (Yang berbunyi):

“Ya ayyuhalladzina aamanu in jaa’akum faa siqun binaba’in fatabayyanuu an tushibu qauman bijahaalatin fatush bihuu ala maa fa’altum naa dimiin.” (Yang bermaksud): “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu seorang fasiq (satu kaum) membawa berita, maka hendaklah kamu selidiki, jangan sampai kamu membalas kepada suatu kaum dengan kebodohan, maka kamu kelak akan merasa menyesal. (Surah Alhujuraat ayat 6)

2.Engkau harus mencegahnya dari fitnah itu sebab nahi munkar itu wajib

3.Engaku harus membenci kepadanya sebab telah berbuat maksiat

4.Engkau jangan bersangka jahat terhadap saudaramu yang difitnah itu sebab jahat sangka terhadap seseorang muslim itu haram. Firman Allah s.w.t. (Yang berbunyi): “Inna ba’dhadh dhanni itsmun.” (Yang bermaksud): “Sebahagian dari sangka-sangka itu dosa.”

5.Jangan kamu selidiki keadaan orang yang difitnah itu sebab Allah s.w.t. melarang menyelidiki kesalahan orang.

6.Apa yang tidak kau suka dari perbuatan orang yang mengadu-adu itu maka jangan sampai berbuat seperti itu, yakni engkau jangan memberitahu kepada sesiapapun apa yang dikatakan oleh tukang fitnah itu.

Semoga Allah Ta’ala menyelamatkan kita dari balak fitnah dan dari memfitnah.

Dan hanya kepada Allah-lah kita memohon, semoga risalah ini bisa memberikan manfaat bagi kaum muslimin dan menjadikannya ikhlas mengharap Wajah-Nya yang Mulia. Aamiin.

Baca juga: Pelatihan Bioenergi : Cara Terbaik Mengatasi Masalah

Bagikan :