Biji Turi (Sesbania grandiflora), pengganti Kedelai

Biji turi termasuk jenis kacang-kacangan yang berbentuk bulat berwarna kecoklatan. Pemanfaatan biji turi masih sangat sedikit, biji turi yang sudah tua hanya dibiarkan berjatuhan. Kualitas biji turi ditentukan oleh kadar air yang terkandung di dalamnya. Menurut (Asryani, 2007), biji turi yang kering dipohon dinyatakan mempunyai kualitas yang lebih baik daripada biji turi yang dikeringkan oleh manusia. Waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan biji turi dengan kualitas yang baik kurang lebih selama 3 bulan.

Biji turi mempunyai rasa langu yang lebih kuat daripada kedelai, akan tetapi dari segi nutrisi, biji turi tidak kalah dari kedelai. Berikut merupakan perbandingan nutrisi biji turi dan kedelai:

 

No. Parameter Biji Turi Kedelai
1.

2.

3.

4.

AirLemak

Protein

Kalsium

10,14

7,10

36,21

0,90

7,5

18,1

34,9

0,23

Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa biji turi mempunyai kandungan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan kedelai. Hal tersebutlah yang dapat dijadikan dasar untuk dapat mengganti kedelai dengan biji turi, karena sebagian besar produk olahan kedelai adalah memanfaatkan kandungan protein di dalamnya. Seperti kecap, tempe, tahu, yogurt kedelai, dan lainnya.

Saya harap, dari sini anda sudah bisa menangkap apa yang saya maksud. Tentang bagaimana nantinya biji turi dapat mengganti kedelai.

Sayangnya, sampai detik ini pemanfaatan biji turi masih sangat minim, bahkan bisa dikatakan tidak digunakan. Biji turi dapat diperoleh dari tanaman atau pohon turi yang banyak ditemukan dipematang sawah. Biji turi yang sudah kering, hanya dibiarkan jatuh tidak terurus di pematang-pematang sawah.

Jika melihat nutrisi di dalamnya, tentunya saya tidak rela jika biji turi dibiarkan begitu saja. Kawan kita dari Universitas Muhammadiyah Malang telah berhasil melakukan penelitian tentang pembuatan tempe dari biji turi. Hal tersebut harusnya bisa membuka peluang yang cukup lebar bagi industri tempe.

Dalam penelitian yang telah saya lakukan dengan tiga orang partenr saya, saya menggunakan biji turi sebagai bahan baku yogurt. Hasil yang diperoleh tidak kalah dengan yogurt yang dibuat dari kedelai. Gambar di bawah merupakan yogurt yang saya buat dari biji turi. Yogurt yang dihasilkan dari perlakuan terbaik mempunyai pH 4,03; Total padatan Terlarut (TPT) 12,08; Total BAL 1,9 x 10^9 dan total gula 8,61%.

Berdasarkan fakta yang telah saya paparkan diatas, saya berharap pemanfaatan biji turi dapat dikembangkan. Kendala yang dihadapi saat ini adalah belum adanya seseorang yang membudidayakan biji turi. Akan tetapi saya optimis, bahwa ketika orang tahu akan manfaat biji turi, maka akan banyak orang yang dengan senang hati untuk membudidayakannya. Pemanfaatan biji turi merupakan salah satu alternatif yang sangat berpotensi untuk menggantikan kedelai yang harganya terus merangsek naik, bahkan saat ini Indonesia sudah impor kedelai.

Semoga apa yang saya tulis ini dapat memberikan wawasan dan bermanfaat bagi pembaca.

sumber

Bagikan :