Dalam Setahun Jakarta Sudah Bangun 10 Mal

Para pengembang terus berlomba-lomba membangun pusat perbelanjaan atau mal.

BIOENERGICENTER YOGYAKARTA

BIOENERGICENTER.COM – Para pengembang terus berlomba-lomba membangun pusat perbelanjaan atau mal. Bahkan, meski kabarnya akan terganjal rencana Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, yang akan menggulirkan kebijakan penghentian sementara perizinan atau moratorium pembangunan mal.

Menurut Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, A. Stefanus Ridwan, para pengembang hingga saat ini tetap melanjutkan proyek pembangunan mal.

Dia memperkirakan, dalam setahun paling banyak akan terbangun 10 pusat belanja yang berhasil dibangun para pengembang.  “Biasanya, malah kurang dari 10 mal,” kata dia, saat ditemui VIVAnews.com di Jakarta.

Untuk itu, Stefanus merasa heran dengan adanya pemberitaan yang mengatakan bahwa bakal ada pembangunan 21 mal baru di Jakarta tahun ini. “Setahu saya, jumlahnya nggak sampai 21. Kalau jumlahnya segitu, siapa yang bilang. Saya juga mau tanya sama Pemda, siapa yang bilang ada 21 ada mal baru di Jakarta,” ujarnya.

Sebab, menurutnya, jumlah pembangunan 21 mal itu sepertiga dari jumlah pusat perbelanjaan yang ada saat ini.

“Setahu saya sampai saat ini, belum ada pembangunan sampai 21 mal. Kalau 21 itu berarti, sepertiga dari jumlah yang ada sekarang karena mal sekarang kan ada 70-an,” kata Stefanus.

Stefanus menambahkan, kalau ada 21 mal baru, berarti angka pusat perbelanjaan sudah mendekati jumlah 100 mal. “Saya kira itu jumlah angka yang signifikan dan menurut saya belum pernah ada yang setahun di Jakarta tumbuh 21 mal,” ujarnya.

Sebelumnya, Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengaku bahwa selama 2012 hingga 2013, di Jakarta akan ada tambahan 21 pusat perbelanjaan baru. Total luas lantainya mencapai 827.376 meter persegi, dengan 45 persen di antaranya berada di Jakarta.

“Di antara pasokan mal-mal baru tersebut, separuhnya sudah melebihi 50 persen tahap konstruksi,” kata Ferry di Jakarta.

Colliers melansir, mal-mal yang dalam tahap konstruksi dan direncanakan diluncurkan tahun ini antara lain Kemang Village, Menteng Square, Kota Kasablanka, Pulomas X-‘Venture, Ciputra World Jakarta, dan Pondok Indah Street Gallery.

Kecuali Pulomas X-‘Venture, sisanya masih berlokasi di Jakarta Selatan dan Pusat. Ditambah lagi, Agung Podomoro baru meluncurkan proyeknya, Kuningan City Mall, pada akhir tahun lalu.

Selain itu, Agung Podomoro tengah meneruskan pembangunan fasilitas perbelanjaan di kawasan residensialnya di Kalibata, yang berdiri di atas lahan seluas 60.000 ha hingga 90.000 ha. Proyek yang ditargetkan selesai tahun depan ini bisa menampung 120 hingga 180 tenant.

Nantinya diprediksi tren akan berganti ke mal yang menerapkan sistem sewa. Apalagi, saat ini pendanaan dari bank relatif lebih mudah.

Colliers menghitung, tahun ini pasokan kumulatif mal di Jakarta akan tumbuh hingga 5,6 persen atau seluas 335.456 meter persegi. Pertumbuhan yang diramalkan bahkan lebih tinggi dibanding tahun lalu, di mana pasokan bertambah 4,5 persen menjadi 5,95 juta meter persegi. (ren)

• VIVAnews

SUMBER

Raih Berbagai Manfaat & Solusi dari Buku KECERDASAN BIOENERGI. Dapatkan BONUS CD Kesuksesan jika Pesan Sekarang. Persediaaan TERBATAS..!!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *