Di Posko Cibubur, Kuli Bangunan Sumbang Sandal untuk Kapolri

Bioenergicenter YogyakartaBIOENERGICENTER.COM, Jakarta – Ratusan pasang sandal terus berdatangan ke posko ‘Sandal untuk Kapolri’ sebagai bentuk dukungan untuk AAL, remaja yang dituntut 5 tahun penjara gara-gara dituduh mencuri sandal milik seorang polisi. Dukungan itu berdatangan dari berbagai kalangan, mulai dari warga mampu hingga tukang bangunan.

Data dari Posko Sandal untuk Kapolri yang berada di kawasan Cibubur, tepatnya di Perumahan Citra Grand sepanjang Jumat (30/12) kemarin, sudah menerima 78 pasang sandal.

“Sampai Jumat sore ada sekitar 78 pasang sandal yang kita terima,” kata Ketua Posko Cibubur, Elin, kepada detikcom, Sabtu (31/12/2011).

Posko ini sudah dibuka sejak Kamis (29/12) lalu. Rencananya, posko ini akan dibuka sampai tanggal 3 Januari mendatang.

Banyak hal unik dari kegiatan pengumpulan sandal ini. Elin menceritakan, niatnya berputar-putar komplek perumahan itu sambil membawa banner yang menginformasikan soal penggalangan dukungan ini ternyata tidak sia-sia. Respon warga cukup baik, bahkan tukang bangunan dan tukang cabut rumput yang bekerja untuk perumahan itu turut menyumbang.

“Jadi saya muter-muter sambil bawa banner. Trus saya samperin mereka, saya ceritakan soal peristiwa yang menimpa AAL, dan betapa kagetnya saya, ternyata aksi sosial ini disambut baik, bahkan ada tukang bangunan yang lagi kerja buat bangunan sampai ibu-ibu tukang cabut rumput di kompleks ini juga tergerak hatinya untuk nyumbang sandal yang mereka pakai,” cerita Elin.

“Setelah saya ceritakan, malah mereka bilang, ‘Masya Allah masa aparat seperti itu, apa mereka nggak punya anak’,” tambahnya.

Hal unik lainnya, lanjut Elin, sandal yang dikirimkan tidak hanya sandal karet seperti merek Swallow. Bahkan ada pula yang mengirimkan sandal dengan merk mahal seperti dan masih dalam kondisi yang sangat layak.

“Bahkan ada juga yang sampai ngirim high heels. Tapi sejauh ini yang paling banyak kita terima adalah yang sandal jepit Swallow. Ada yang masih baru ada juga yang sudah lama terpakai,” jelasnya.

Elin berharap di 3 hari tersisa ke depan, dukungan akan terus berdatangan untuk AAL. Selain itu, ia juga berharap gerakan sosial seperti ini dapat membuka mata hati para penegak hukum yang dinilainya berperilaku arogan menanggapi ulah AAL.

“Penegak hukum harus gunakan hukum sebaik-baiknya dan gunakan hati nurani,” tandasnya.
(lia/mok)

Sumber

Ingin SOLUSI Berbagai MASALAH? KLIK DISINI

 

Bagikan :