Ilmuwan Inggris Temukan Khasiat "Jamur Ajaib"

Membuat tidak sadarkan diri dan kesenangan semu, jamur ini dapat menekan tingkat depresi.

BIOENERGICENTER YOGYAKARTA

BIOENERGICENTER.COM – Jamur ajaib atau magic mushroom telah dikenal luas di kalangan pemuda di dunia untuk mencari kesenangan sesaat dalam berhalusinasi. Membuat tidak sadarkan diri dan kesenangan semu, jamur ini ternyata dapat menekan tingkat depresi.

Penemuan ini adalah hasil dari dua penelitian di Inggris mengenai efek dari zat psilocybin yang dikeluarkan oleh jamur ajaib. Seperti diberitakan Reuters, Selasa, 24 Januari 2012, hasil penelitian tersebut ternyata berbeda dengan anggapan selama ini yang mengatakan bahwa jamur ajaib dapat meningkatkan aktivitas otak.

Menurut hasil penelitian mereka, penggunaan jamur ajaib dapat menekan syaraf di otak. Cara kerjanya sama seperti obat antidepresan yang memperlambat kerja medial prefrontal cortex. “Psychedelics dianggap sebagai obat-obatan yang memperluas pikiran, jadi sering diasumsikan meningkatkan akitivitas otak,” kata David Nutt, peneliti di Imperial College London.

“Namun, sangat mengejutkan, kami menemukan kalau psilocybin ternyata mengurangi aktivitas di wilayah yang memiliki koneksi terpadat dengan bagian lain di otak,” lanjutnya lagi.

Hasil ini diperoleh setelah melakukan percobaan dengan menyuntikkan psilocybin yang terkandung di jamur ajaib kepada 30 orang relawan. Kemudian, para relawan ini dimasukkan ke mesin pemindai MRI untuk melihat kerja otak mereka.

Dalam pemindaian, diketahui ternyata aktivitas otak mereka menurun. Para relawan juga mengaku santai dan relaks. Selain itu, mereka juga merasa menjadi seseorang yang berbeda saat berada dalam pengaruh psilocybin. Penelitian ini diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Dalam penelitian kedua yang diterbitkan oleh British Journal of Psychiatry pekan lalu, 10 orang relawan mengaku ingatan pribadi mereka meningkat setelah disuntik psilocybin. Robin Carhart Harris dari departemen farmasi yang terlibat dalam dua penelitian tersebut menyarankan psilocybin dapat digunakan untuk pengobatan psikoterapi.

Namun, Nutt mengatakan, penelitian mereka saat ini masih dalam tahap awal dan belum terbukti secara solid. “Kami tidak menghimbau orang-orang untuk memakan jamur ajaib, tapi benda ini memiliki dampak yang penting bagi otak yang mungkin bisa berguna,” kata Nutt.

“Selain itu, benda ini dapat memberitahukan kepada kita bagaimana cara otak bekerja, sehingga kita harus terus menelitinya dan mengoptimalkannya jika memang ada manfaat therapeutic,” lanjutnya lagi.

Jamur Kotoran Sapi

Jamur ini banyak ditemui di berbagai belahan dunia, tidak terkecuali Indonesia. Tidak diperjualbelikan secara bebas, pengonsumsi jamur ini akan mengalami halusinasi hebat. Tidak jarang, pengonsumi tidak sadar apa yang dia lakukan ketika dalam pengaruh jamur ini.

Jamur ini sering tumbuh di kotoran sapi di berbagai peternakan di Indonesia. Oleh para penjualnya, jamur dikemas dalam berbagai bentuk, baik itu digoreng, dibuat selai, maupun diolah bersama madu.

Menurut informasi di situs Badan Narkotika Nasional (BNN), jamur ajaib ini pernah dibahas oleh PBB melalui International Narcotics Control Board (INCB). Menurut ICNB, jamur ajaib tidak termasuk di dalam benda atau bahan narkotika yang berada di bawah kontrol Konvensi Obat Psikotropika tahun 1971.

Konvensi PBB itu telah diratifikasi oleh banyak negara untuk dijadikan dasar hukum dalam penindakan terhadap penjual narkotika. BNN Sendiri menggolongkan jamur ajaib ini ke dalam zat adiktif, bersama dengan alkohol, rokok, dan obat-obatan yang menyebabkan kecanduan. (hp).

SUMBER

Anda ingin Sehat, Lancar rezeki, Meningkatkan Karier, Dimudahkan dalam segala usaha, Lancar Jodoh, Meningkatkan percaya diri & Lebih Dekat dengan Tuhan? Klik DISINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *