Kata Pierre Simple Plan Tentang Kotak

Bioenergicenter YogyakartaSimple Plan (Foto: Bernard Chaniago/Yahoo!) 

Siapa yang tidak kenal dengan Simple Plan? Band asal Kanada yang terbentuk tahun 1999 ini beranggotakan Pierre Bouvier, Sebastien Lefebvre, Chuck Corneau dan David Desrosiers. Saat ini, mereka telah memiliki empat album, “No Pads, No Helmets, Just Balls” (2002), “Still Not Getting Any” (2004), “Simple Plan” (2008), dan “Get Your Heart On!” (2011).

Asal nama Simple Plan tidak pernah jelas. Jawaban yang diberikan para personelnya selalu berupa lelucon, termasuk salah satunya adalah karena mereka membentuk band sebagai sebuah “rencana dadakan” untuk menghindari bekerja di restoran cepat saji.

Pada 17 Januari 2011, Simple Plan mengadakan konser di Jakarta, dilanjutkan keesokan harinya di Surabaya. Konser kali ini merupakan kedatangan mereka ketiga kali di Indonesia. Beberapa saat sebelum konser, Yahoo! OMG! sempat ngobrol bareng sang vokalis Pierre Bouvier. Simak apa pendapat Pierre tentang Kotak yang berkolaborasi dengan Simple Plan lewat lagu “Jet Lag”.

Waktu Simple Plan di Singapura, kalian jadi topik mengemuka di Twitter. Apakah kamu percaya dengan kekuatan dari media sosial seperti Twitter?
Tentu saja. Kami menjadi topik mengemuka di seluruh dunia di Twitter, dan menambah 1500 follower baru. Aku percaya kalau media sosial seperti Twitter dapat mendekatkan kami dengan para penggemar, sekaligus jadi semacam radar atas apa yang tengah terjadi.

Beberapa waktu lalu, kamu pernah terlibat dalam rekam ulang lagu Fix You dari Coldplay dalam rangka penggalangan dana untuk para korban tsunami di Jepang. Cerita dong!
Ya kami hanya melakukan apa yang kami bisa untuk menolong sesama. Itu hanyalah hal sederhana yang bisa kami lakukan.

Pernah merasakan jetlag?
Tentu saja. Tapi aku sudah berada di kawasan ini sekitar dua setengah minggu, jadi pengaruh jetlag itu sudah tidak terlalu terasa.

Kenapa lagu “Summer Paradise” terdengar agak reggae?
Kami merupakan penggemar musik reggae. Terasa sangat tropis dan lebih cerah. Kami belum pernah mencobanya, jadi ya kenapa tidak. Kami selalu ingin mencari hal yang baru.

Simple Plan duet dengan Natasha Bedingfield, dan ternyata sukses. Ada musisi lain yang ingin kalian ajak kerjasama?
Mungkin dengan Pink. Dia sangat berbakat, berenergi, nge-rock dan suaranya bagus.

Yahoo! pernah membuat sebuah tulisan tentang kolaborasi kalian dengan band Kotak. Apa pendapatmu tentang Kotak?
Awalnya sungguh sangat menyenangkan bisa berkolaborasi dengan band dari kultur yang berbeda. Ini bertujuan agar semua orang membuka mata. Agar orang Indonesia tahu bahwa ada Simple Plan. Mereka yang belum pernah ke Indonesia juga bisa tahu nama Kotak. Suara Tantri sangat bagus, band mereka sangat menjanjikan. Luar biasa.

Kalau kamu bukan Simple Plan, apa yang mungkin kamu lakukan sekarang?
Sejujurnya… Aku tidak tahu. Simple Plan sudah menjadi bagian dalam hidupku untuk waktu yang lama. Aku tidak tahu apa yang akan aku kerjakan kalau aku bukan bagian dari Simple Plan. Simple Plan telah mengubah hidupku. Aku 100 persen Simple Plan. Jadi.. Aku tidak tahu.

Ada persiapan khusus untuk konser di Indonesia kali ini?
Seperti biasa saja. Hanya melakukan pemanasan, peregangan, bersiap untuk berloncatan di atas panggung dan berkeringat menghadapi para penggemar kami di sini.

Apa tantangan terbesar kalian?
Mungkin mengenai bagaimana caranya agar kami bisa tetap satu. Seperti sebuah hubungan asmara. Ada perempuan. Kalau untuk mendekatinya saja mungkin mudah, justru tantangan baru dimulai saat keduanya mencoba tetap bersama di saat banyak kejadian yang tidak diinginkan muncul.

Kamu terlihat sangat lelah.
Ya, sangat (lelah). Makanya aku tidak berbicara lepas denganmu demi menjaga suaraku menjelang konser.

SUMBER

Ingin SOLUSI Berbagai MASALAH? KLIK DISINI

 

Bagikan :