Kritis, 7 Pelaku Jahit Mulut Dilarikan ke RSCM

BioenergiCenter Yogyakarta
Aksi Demo

BIOENERGICENTER.COM, JAKARTA — Tujuh orang pelaku aksi jahit mulut dari masyarakat Pulau Padang yang tengah melakukan aksinya di depan Istana Negara dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Mereka dibawa karena pingsan di tengah-tengah aksi. Hal tersebut dibenarkan Isnadi, koordinator aksi masyarakat Pulau Padang.

“Tadi kita aksi di depan Istana Negara, kondisinya memang sangat panas, mereka langsung pingsan,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/12/2011) malam. Sewaktu di posko kesehatan, peserta yang melakukan aksi jahit mulut tersebut sempat dicek kondisi kesehatannya oleh petugas dari Palang Merah Indonesia beserta pihak kepolisian. “Dokter sih sudah bilang melemah waktu di posko,” ujarnya.

Ketujuh orang yang dilarikan ke RSCM, yaitu Misri, Yahya, Jumani, Muslim, Sulatra, Mustafa, dan seorang ibu bernama Purwati. Mereka dibawa ke RSCM sekitar pukul 15.30 WIB dan langsung mendapatkan pertolongan intensif. Hingga pukul 22.30 WIB, satu orang bernama Mustafa diperbolehkan pulang dan keenam lainnya dirawat inap.

Aksi tersebut menuntut pencabutan Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 327 Tahun 2009. SK yang ditandatangani MS Kaban itu merupakan izin operasional hutan tanaman industri (HTI) yang dikantongi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Dengan adanya SK ini, RAPP memiliki kewenangan untuk mengubah hutan dan perkebunan milik warga saat ini menjadi hutan akasia untuk kebutuhan industri.

Selain dituding penyerobotan lahan warga, SK HTI ini juga dikhawatirkan akan berpengaruh besar terhadap kondisi lingkungan lahan gambut di salah satu pulau kecil terluar RI tersebut. Meski tujuh orang telah tumbang, Isnadi mengatakan, aksi tersebut akan terus dilanjutkan hingga tuntutannya terpenuhi. “Pokoknya lanjut sampai ada penyelesaian,” tegasnya.

Sumber

INGIN MASUK DALAM ZONA KAYA? KLIK DISINI

 

Bagikan :