Manfaat Puasa

Manfaat Puasa, dapat melindungi kita dari penyakit otak

Manfaat Puasa –  Puasa selain mengandung Muatan Ibadah juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Baik kesehatan secara fisik maupun kesehatan mental dan spiritual. Puasa dapat mengistirahatkan sisitem kerja pada tubuh yang selalu bekerja keras setiap hari. Puasa juga memberikan efek ketenangan menanamkan rasa syukur dan dapat meningkatkan iman dan taqwa. Bahkan banyak ilmuan yang menyatakan Manfaat Puasa lainya untuk periode reguler bisa membantu melindungi otak melawan penyakit degeneratif

Para peneliti di National Institute on Ageing di Baltimore mengatakan hal yang sangat luar biasa mengenai Manfaat Puasa. Mereka menemukan bukti yang menunjukkan bahwa periode menghentikan hampir semua asupan makanan selama satu atau dua hari seminggu dapat melindungi otak. Yaitu  melindungi dari beberapa efek terburuk Alzheimer, Parkinson dan penyakit otak lainnya.

“Mengurangi asupan kalori atau puasa bisa membantu otak Anda, namun dengan memotong asupan makanan tidak menjadi metode terbaik memicu perlindungan ini. Akan lebih baik untuk melakukan intermiten puasa, di mana Anda bisa makan apa saja, dan kemudian pada periode puasa Anda makan hanya sebanyak yang Anda inginkan. “kata Profesor Mark Mattson, kepala laboratorium institut ilmu saraf.

Baca juga: 20 Kehebatan Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Manusia

Manfaat Puasa Sinergi dengan Unsur waktu dan periode

“Waktu tampaknya menjadi unsur penting untuk proses ini,” kata Mattson pertemuan tahunan Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan di Vancouver. Manfaat Puasa dapat diperoleh dengan memotong asupan makanan sehari-hari menjadi sekitar 500 kalori. Yang artinya berjumlah sedikit lebih dari beberapa sayuran dan teh selama dua hari. Adalah efek menguntungkan yang jelas dalam studi mereka. Klaim Mattson, yang juga profesor ilmu saraf di Johns Hopkins University School of Medicine di Baltimore.

Para ilmuwan telah menyatakan bahwa diet rendah kalori untuk beberapa waktu adalah resep untuk hidup lebih lama. Tikus dan mencit dipelihara pada kondisi jumlah makanan terbatas meningkatkan jangka hidup mereka sampai 40%. Efek yang sama telah dicatat pada manusia. Tapi Mattson dan timnya telah mengambil gagasan ini lebih lanjut. Mereka berpendapat bahwa puasa kadang-kadang bisa mencegah tidak hanya penyakit dan kematian dini tetapi menunda timbulnya kondisi yang mempengaruhi otak, termasuk stroke. “Percobaan kami jelas menyarankan ini,” kata Mattson.

Dia dan rekan-rekannya juga bekerja di luar mekanisme tertentu. Di mana pertumbuhan neuron di otak dapat dipengaruhi oleh asupan energi berkurang. Jumlah dua bahan kimia pesan seluler meningkat saat asupan kalori berkurang tajam, kata Mattson. Para utusan kimiawi memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan neuron di otak, sebuah proses yang akan melawan dampak dari Alzheimer dan Parkinson.

Bac juga: Puasa di Bulan Ramadhan bagi Kesehatan

Manfaat Puasa dan Masa Evolusi Pertumbuhan Syaraf

Hubungan antara penurunan asupan energi dan meningkatkan pertumbuhan sel di otak mungkin tampak salah satu yang tidak mungkin. Tetapi Mattson berprinsip bahwa ada alasan evolusi suara untuk percaya itu terjadi. “Ketika sumber daya menjadi langka, nenek moyang kita akan harus mencuri makanan,” kata Mattson. “Mereka yang otaknya menanggapi dengan baik, yang ingat di mana sumber yang menjanjikan dapat ditemukan. Atau mereka yang ingat bagaimana menghindari predator akan menjadi orang-orang yang mendapat makanan. Demikian mekanisme menghubungkan masa kelaparan bagi pertumbuhan saraf akan berevolusi.”

Model ini telah bekerja dengan menggunakan studi manfaat puasa terhadap manusia dan dampak yang dihasilkan pada kesehatan umum mereka. Bahkan penderita dari asma telah menunjukkan manfaat, kata Mattson. Dan dari percobaan dampak pada otak hewan setara tikus dipengaruhi oleh Alzheimer dan Parkinson. Sekarang tim Mattson sedang mempersiapkan untuk mempelajari dampak dari puasa pada otak dengan menggunakan scan MRI dan teknik lainnya.

Mattson mengatakan bahwa seseorang bisa mengoptimalkan fungsi otak nya dengan membatasi asupan makanannya. Dengan kata lain, mereka dapat mengurangi asupan makanan mereka secara minimal untuk dua hari seminggu, dan dapat memanjakan diri di lima lainnya. Secara medis, secara spiritual dan mental Manfaat Puasa sangat baik. Apabila kita menyadari bahwa makanan yang kita makan tidak selalu makanan sehat, maka dengan puasa kita mengurangi resiko dampat dari makanan tidak sehat. Sistem pencernaan dan metabolisme juga jadi teratur karena kerja jantung, hati dan ginjal menjadi sedikit rileks.

Baca juga: Tips Tetap Segar Saat Puasa

Bagikan :