Penguburan massal korban banjir Filipina

Lokasi bencana

BioenergicenterNEWS.com, Filipina – Jumlah korban tewas melonjak cepat melewati 600 jiwa dan diperkirakan bertambah.

Sebuah pemakaman massal disiapkan di sejumlah daerah di Filipina selatan hari iniuntuk menguburkan ratusan jenazah yang belum diambil keluarga korban, karena dikhawatirkan akan menjadi sumber bibit penyakit bagi warga yang selamat.

Menurut pejabat kesehatan Filipina di kota Iligan, jenazah-jenazah yang akan dikuburkan itu sudah ditandai untuk identifikasi pasca bencana.

Seperti ditulis oleh kantor berita AFP pejabat Dinas Kesehatan setempat, Liddy Villarin, mengatakan kantong-kantong jenazah ditandai bila mana nanti penggalian ulang jenazah diperlukan.

“Kami akan tandai tiap kantong mayat supaya tanda-tanda fisik masing-masing korban diketahui sebelum dikubur secara massal,” kata Villarin.

Catatan Palang Merah Filipina menyebut sudah 652 orang tewas setelah dicatat oleh petugas lapangannya, masih 808 lainnya dinyatakan hilang.

Sekjen Palang Merah Filipina, Gwendolyn Pang, meminta agar sebelum penguburan massal jenazah ditandai dengan seksama, difoto dan dipetakan untuk keperluan identifikasi kelak.

Sementara catatan Badan Penanggulangan Bencana Filipina menunjukkan jumlah korban tewas mencapai 516 jiwa, sementara 274 korban masih dinyatakan hilang. Namun ketua badan ini, Benito Ramos, meyakini jumlah korban masih terus akan bertambah.

“Saya berada disini untuk mencari korban yang (diduga) akan mulai mengambang,” kata Ramos pada AFP melalui sambungan telepon genggam dari kapal yang dinaikainya di pantai Cagayan de Oro, Minggu sore.

Kewalahan

Pemerintah Filipina mengerahkan puluhan ribu tentara, sementara ribuan relawan juga bergerak terus mencari korban terutama untuk memastikan bagaimana nasib sekitar 800 orang yang dinyatakan hilang di selatan Pulau Mindanao.

Kebanyakan korban terjebak di rumah mereka saat banjir bandang tiba-tiba menerjang akibat hujan deras datang bersamaan dengan naiknya gelobang pasang laut. Cuaca menjadi sangat ekstrim karena serbuan badai Washi, yang biasanya jarang menyapu hingga wilayah selatan Filipina.

Korban di penampungan

Pemerintah Filipina mengakui kewalahan menghadapi bencana banjir ini.

Di beberapa daerah dilaporkan satu desa tersapu bersih oleh air bah. Akibatnya banyak korban selamat kebingungan mencari-cari kabar tentang keluarga mereka.

“Kantor kami kebanjiran ratusan permintaan supaya membantu mencari orangtua yang hilang, anak-anak dan anggota keluarga lain,” kata Sekjen palang merah Filipina, Gwendolyn Pang.

Sementara itu pemerintah dikritik keras karena dianggap tak siap menghadapi bencana dan gagal memberi peringatan memadai.

Wartawan BBC di Manila, Kate McGeown, mengatakan dari sekitar 20 topan dan badai yang menerjang negara itu tiap tahunnya, biasanya yang diserbu adalah wilayah utara. Sementara warga di Mindanao dan sekitarnya (di selatan) tak siap menghadapi bencana sebesar ini.

Begitu banyaknya korban sampai aparat pemerintah harus minta bantuan untuk mendapat pasokan kantong mayat dan peti mati.

“Kami kewalahan. Kami tidak memperkirakan sebanyak ini korbannya,” kata Benito Ramos.

(bbc/bbc)

Sumber

Anda ingin Sehat, Lancar rezeki, Meningkatkan Karier, Dimudahkan dalam segala usaha, Lancar Jodoh, Meningkatkan percaya diri & Lebih Dekat dengan Tuhan? Klik DISINI

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *