Penyapu Ranjau Paku Dapat Penghargaan

Bioenergicenter yogyakarta KOMPAS/LASTI KURNIA Relawan Ranjau Paku dari Saber Community, Siswanto dan JF Tuwilan, menjaring ranjau paku yang bertebaran di Jalan Hasyim Ashari, Roxy, Jakarta, dengan magnet buatan sendiri, Senin (9/1/2012). Siang dan malam, para relawan bergantian menjaring ranjau paku walau kadang harus berhadapan dengan risiko keselamatan termasuk ancaman dari sindikat penebar paku.

BIOENERGICENTER.COM, JAKARTA — Rabu (11/1/2012), relawan penyapu ranjau paku akan mendapat apresiasi khusus atas dedikasi mereka dalam melayani masyarakat Jakarta dari Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab. Namun, apresiasi dan dukungan dari pemerintah daerah masih minim. Hal tersebut diakui anggota Komunitas Sapu Bersih (Saber) Ranjau Paku, Abdul Rohim (42), kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (10/1/2012) malam. “Dukungan dari pemerintah lebih sebatas wacana,” kata Abdul Rohim.

Apresiasi khusus pernah didapatkan komunitas Saber dari Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin pada 31 Oktober 2011. Saat itu, mereka mendapat bantuan rompi dan senter untuk operasi. Wali Kota juga menyanggupi menjadi pelindung Komunitas Saber. Namun, setelah penghargaan itu, hampir tak terlihat dukungan nyata dari pemerintah Ibu Kota. Padahal, wilayah operasi para relawan sudah meluas hingga wilayah Jakarta Pusat, sebagian Jakarta Timur, dan bagian utara Jakarta Selatan.

Komunitas Saber rata-rata masyarakat kelas bawah yang memiliki kepedulian akan keselamatan pengguna jalan. Abdul Rohim, misalnya, adalah bapak empat anak yang bekerja sebagai sopir di sebuah perusahaan swasta. Sementara itu, sang koordinator, Siswanto (38), adalah seorang pekerja bangunan. Mereka juga masih menggunakan perlengkapan seadanya. Magnet yang digunakan Rohim untuk menarik paku adalah pemberian seorang mekanik metromini. Sementara itu, beberapa anggota yang baru bergabung mendapat bantuan magnet kecil dari anggota lainnya.

Saat ditanya bantuan apa yang mereka butuhkan, Rohim tidak menjawab secara langsung. “Kami masih bisa berbuat lebih baik jika perlengkapan kami mendukung,” ujar Rohim.

Ia menjelaskan, pihak Wali Kota Jakarta Barat, Selasa pagi, memberi kabar bahwa kartu identitas berlogo DKI Jakarta akan diberikan kepada setiap relawan Komunitas Saber. Namun, hingga saat ini, kartu tersebut masih dalam proses.

Menurut Rohim, apresiasi justru lebih didapatkan dari masyarakat dan pihak kepolisian. “Waktu kami diundang untuk berbicara di sebuah stasiun radio. Ada dua pendengar yang lalu langsung sumbangkan Rp 5 juta,” ungkap Rohim.

Mereka juga beberapa kali diundang pihak Polda Metro untuk ikut berbicara di stasiun radio atau televisi terkait aksi yang mereka lakukan. Dari informasi yang didapatkan komunitas tersebut, Kapolda akan memberikan piagam penghargaan dan bantuan rompi saat upacara bendera pagi ini.

SUMBER

Raih Berbagai Manfaat & Solusi dari Buku KECERDASAN BIOENERGI. Dapatkan BONUS CD Kesuksesan jika Pesan Sekarang. Persediaaan TERBATAS..!!!!!

Bagikan :