‘THE BILLIONAIRE’ Kunci Sukses PeBISNIS Dunia

The Billionair “Top Secret”

“…Jangan patah semangat dengan apapun yang terjadi, Jika kita menyerah maka habislah sudah…”

Kata-kata itu WAJIB ditanam dalam sanubari setiap PEBISNIS atau paraEntrepreneur terutama yang masih pemula. Bahwa jika kita memutuskan untuk memulai sesuatu, maka laksanakan itu sampai FINAL atau AKHIR. Apapun yang terjadi, jangan pernah terucap kata “menyerah”, karena jika kita menyerah maka itu adalah AKHIR cerita hidup kita. Begitu juga makna dalam Film Inspiratif THAILAND yang berjudul “TOP SECRET-The Billionaire”.

Siapa sangka, camilan rumput laut bisa dijadikan lahan bisnis ‘basah’ sama seperti habitat rumput laut yang basah-basahan di laut. Camilan rumput laut goreng yang populer di kalangan etnis tionghoa di Thailand ini, bisa mendunia di tangan seorang pemuda yang membuatnya menjadi “Sang Billionaire”.

Yaps… menyusul keberhasilan film-film remaja pendahulunya, ex: Suckseed, First Love, Season Change, dll, kali ini salah satu perusahaan perfilman Thailand mengeluarkan debut film remaja berikutnya. Namun, ini bukan sembarang film remaja yang berbau komedi romantis yang biasa diproduksi oleh perusahaan tersebut. Film “The Billionaire (Top Secret)” bukan film yang biasa-biasa saja. Ya… ini merupakan film autobiografi perjuangan seorang pemuda bernama Top Ittipad, pemuda dengan usia yang masih belia ini sudah bisa mengukir namanya di antara jajaran pengusaha top tidak hanya di Thailand atau Asia saja, tapi di Dunia.

Seperti perkataan senior saya di UKM Sinematografi Universitas Airlangga bahwa film yang bagus adalah film yang maknanya bisa dimengerti dan mempengaruhi hidup penontonnya. Yang dalam hal ini bisa merubah hidup penontonnya jadi lebih baik. Pendek kata, bisa menginspispirasi penontonnya.

Karena itu, sebelum menonton sebuah film, aku biasanya memilih-milih dulu Film mana yang BAGUS dan PINTAR buat ditonton. Bagus dan Pintar di sini maksudnya tidak menyia-nyiakan waktuku dan bisa bermanfaat untukku. Karena hal ini, koleksi Film di Pcku selalu terisi oleh jajaran film-film yang inspiratif dan berkualitas.

Namun, untuk film ini aku tidak melakukan kegiatanku yang biasanya yaitu memilih-milih film. Mungkin karena ada chemistry dengan film ini sehingga tanpa browsing dulu, tanganku langsung mengklik film ini dan menontonnya hehehehe… *calon Sutradara Hebat jadi udah tahu mana film bagus dan gak, amiiiiin*

Walaupun sewaktu di awal film, udah bisa sedikit tertebak gimana isi filmnya, tapi aku acungi jempol *like this* film ini memang benar-benar T.O.P.B.G.T. Yups, dunia enterpreneurship memang tidak senyaman seperti kerja kantoran. Walaupun dengan keuntungan yang besar, namun bayang-bayang resiko besar turut menyertai.

Top Ittipat membayar kesuksesannya dengan berkorban jiwa, raga, waktu, kesenangan jadi gamer, termasuk berkorban cinta terhadap his girlfriend. Seperti kata ibu Si Top, “Sesuatu itu akan datang kepadamu, namun sesuatu yang lain akan menjauh darimu.” Film ini full inspirasi buat kita-kita yang ingin bergelut didunia bisnis. Kesuksesan bisnis tidak semudah membalik telapak tangan. Sabar, syukur, terus berjuang, dan pantang menyerah, serta berdoa adalah top secret (rahasia si top).

Bagi fans film Thailand tentang cinta-cintaan semu *seperti aku juga hehehehe* jangan terlalu berharap sama film ini, ya seperti yang telah aku katakan, ini bukan film biasa, film ini lebih ke arah film motivasi hidup.

***

Berikut sinopsis ringkasnya.

The Billionaire

Saat usia 16 tahun, dia adalah pencandu game online.

Saat usia 17 tahun, ia putus kuliah untuk menjadi penjaja kacang.

Saat usia 18 tahun, keluarganya bangkrut & meninggalkan hutang 40 juta baht (sekitar 12 milyar rupiah)

Saat usia 19 tahun, dia menciptakan cemilan rumput laut ‘tao kae noi’ yangg dijual di 3.000 cabang 7-eleven di Thailand.

Kini, di usia 26, ia adalah produsen cemilan rumput laut terlaris di Thailand, berpenghasilan 800 juta baht (sekitar 235 milyar rupiah) per tahun & mempekerjakan 2.000 staf.

Namanya Top Ittipat, dan ini adalah kisah nyata hidupnya yang luar biasa. Dalam film ini, Top asli muncul hanya sebagai cameo (pemeran figuran) doang, di akhir film pas di Bank, dia berpapasan dan memberikan senyuman pada ‘top ittipat’. Katanya pas adegan ini penonton Thailand ramai bertepuk tangan. I wonder suatu hari ada pengusaha sukses indonesia yang dibuat filmnya dan mendapat sambutan hangat juga tuk menginspirasi bangsanya. And i wonder that the one is me. Tidak ada yang tidak mungkin kan dalam hidup ini hehehehe. Aku yakin bisa jadi Pengusaha Sukses, Penulis Terkenal, Sutradara Hebat, dan masih banyak lagi.

Bagi yang pengen ‘nyicipi’ snack ini tenang saja tidak usah susah payah ke Thailand, karena di Indonesia sudah ada kok. Tenang, aman kok, halal dari ulama Thailand, di situ ada logonya. Hmmmm, lumayan asin-asin rumput laut. Bagi yang ga suka asin, soalnya asin banget yang rasa original ini, bisa pilih yang rasa lainnya. Bungkus kecil ini 2000-an, bungkus snack sedang 14-ribuan kalo ga salah. Ada di carefour.

Akhir cerita, ini ada beberapa ‘pesan dan nasihat’ yang bisa diambil dari film ini.

Inspirasi bisa didapatkan di mana saja, di pasar tradisional pun bisa.

Pasarkan product dengan menitipkan di toko yang sudah menggurita, minimarket misalnya.

Apapun nama product, se-ndeso apapun namanya, kemasan product yang ‘berbicara’.

Survey, tiru, menggabungkan kreasi, mencoba terus adalah jalan inovasi. Dan terapkan prinsip ‘KAIZEN’ yakni ambil yang baik, buang yang buruk, dan perbaiki.

Mencoba dengan memulai, bukan banyak mikir.

Tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup ini.

Dan ini ada beberapa kutipan dari pesan-pesan Top dalam film “The Billionaire” ini,

“Bila kita berpikir kita akan kaya maka kita akan kaya”

“Bila kita berpikir kita akan sukses maka kita akan sukses”

“Jika kita berbisnis, maka survey lapang wajib dilakukan untuk mengetahui apa yang diinginkan pasar dan merancang strategi pemasarannya. Sehingga kita memiliki produk yang sesuai dengan keinginan pasar dan menerapkan metode pemasaran yang tepat.”

“Jangan patah semangat dengan apapun yang terjadi, Jika kita menyerah maka habislah sudah.”

“Doa kedua orang tua adalah segalanya.”

Sumber

Kompasiana.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *