Wamenkum: Pemberantasan Korupsi Indonesia Terbaik di Asia

Bioenergicenter Yogyakarta

BIOENERGICENTER.COM, Medan  – Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana mengatakan, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir upaya pemberantasan korupsi di Indonesia masih lebih baik dibanding negara-negara lain di Asia.

“Indonesia masih lebih baik dalam upaya pemberantasan korupsi, bahkan rapor kita masih yang terbaik di Asia. Tetapi kalau dikatakan masih banyak masalah korupsi di Indonesia, iya saya tidak bantah itu,” katanya di Medan, Sabtu, usai peringatan Milad Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) yang ke-60.

Ia juga membantah adanya anggapan bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia tidak mengalami kemajuan atau terkesan jalan di tempat. Justru sebaliknya, ia menilai upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air semakin meningkat bahkan paling tinggi di Asia.

Ia menyebutkan, dalam beberapa tahun belakangan ini sudah banyak regulasi antikorupsi. Indonesia juga memiliki beberapa lembaga antikorupsi yang semuanya demi menguatkan regulasi pemberantasan maupun pencegahan korupsi.

“Regulasi antikorupsi kita dari tahun ke tahun juga terus mengalami perbaikan. Dari tahun 2004 hingga 2011, Indonesia lima kali lebih baik dalam ikhtiar pemberantasan korupsi dibanding Cina. Meski demikian kita akan terus berusaha lebih baik lagi,” katanya.

Menurut dia, ada beberapa argumen yang dapat dijadikan landasan mengapa upaya pemberantasan korupsi di Indonesia dikatakan cukup tinggi dalam beberapa tahun ini, salah satunya dapat dilihat dari iklim demokrasi di Indonesia yang terus semakin membaik.

Demikian juga dengan kebebasan pers yang juga semakin baik. Dengan semakin membaiknya kebebasan pers, maka semakin banyak pula pemberantasan korupsi yang terpublis. Hal ini tidak didapati sebelum era reformasi.

“Sebelum reformasi bukan tidak ada korupsi yang dilakukan oknum pejabat, namun tidak terpublis karena kebebasan pers tidak seperti sekarang ini. Selama ini KPK sedikitnya berhasil menjerat delapan kepala daerah dan 43 anggota dan mantan anggota DPR yang tersangkut masalah korupsi,” katanya.

Sebelumnya, dalam orasi ilmiahnya di hadapan civitas akademika UISU ia mengatakan, sebelumnya banyak yang memprediksi demokrasi di Indonesia pascareformasi tidak lebih baik dari sebelumnya-sebelumnya.

Namun nyatanya itu tidak terjadi, bahkan pascareformasi ada beberapa hal yang semakin membaik bahkan dijamin oleh pemerintah seperti adanya kebebasan berekspresi dan berpendapat, kebebasan berserikat, bahkan pascareformasi tidak pernah ada lagi napol atau tapol.

“Pascareformasi kebebasan pers semakin baik, tidak ada undang-undang antisubversif. Dunia luar juga mengakui kemajuan-kemajuan yang dicapai Indonesia dalam berdemokrasi pascareformasi,” katanya.

Sumber

Anda ingin Sehat, Lancar rezeki, Meningkatkan Karier, Dimudahkan dalam segala usaha, Lancar Jodoh, Meningkatkan percaya diri & Lebih Dekat dengan Tuhan? Klik DISINI


 

Bagikan :