Warga Geram: 'Sopir Maut' Harus Dihukum Seumur Hidup, 6 Tahun Ringan!

BIOENERGICENTER YOGYAKARTA

BIOENERGICENTER.COM, Jakarta – Ritual tabur bunga masih mewarnai halte Tugu Tani, melukiskan keprihatinan warga atas kecelakaan maut yang memakan 9 korban jiwa. Sejumlah warga meminta agar si sopir maut, Afriani Susanti, dihukum seumur hidup, tidak hanya dijerat 6 tahun penjara. Pengamatan detikcom, Selasa (24/1/2012) pukul 10.30 WIB, 2 orang yang mengendarai motor berhenti di Halte Tugu Tani, Jakarta Pusat. Pemotor itu lalu melakukan aksi tabur bunga dan kemudian bergegas meninggalkan lokasi.

“Sepertinya mereka kerabat atau rekan-rekan korban,” kata seorang petugas Polantas.

Warga sekitar mengaku menjadi was-was sejak insiden berdarah di Halte Tugu Tani.
“Kalau saya jalan kaki lewat sini apalagi malam jadi ngeri dan merinding. Soalnya di sini kan banyak yang meninggal karena ditabrak. Saya jadi was-was takut ketabrak pengemudi mabuk,” kata Taufiq, warga sekitar.

Demikian pula Ilham, petugas keamanan kantor Pelayanan Pajak. “Belum mendengar kejadian aneh-aneh. Saya juga jadi takut setelah tabrakan itu apalagi ada pohon beringin di sini,” kata Ilham.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah warga menuntut agar ‘sopir maut’ Afriani Susanti dihukum setimpal.

“Nggak akan cukup kalau cuma 6 tahun, kan yang meninggal ada 9 orang. Terus dia mabuk pula. Dia harus dihukum berat, seumur hidup. Kalau hukuman mati percuma juga nggak akan balikin nyawa orang-orang itu lagi,” kata Rani, seorang karyawan swasta yang menonton di TKP.

Ia juga menyentil kecilnya santunan Rp 25 juta/orang yang diberikan untuk korban tewas. “Diberi Rp 250 juta kek,” ujar dia.

Ali juga berpendapat serupa. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Perdagangan meminta si sopir maut dihukum berat. “Nggak perlu sampai dihukum mati. Tetapi, kalau 6 tahun terlalu ringan juga. Kalau saya lebih milih dia dihukum 50 tahun. Boleh juga tuh dihukum seumur hidup sekalian,” ujar Ali.

Ali berpendapat besar kecilnya santunan bagi korban tewas sangat relatif. “Santuan mau dikasih Rp 250 juta percuma. Keluarga pasti lebih memilih mereka hidup,” kata Ali.

Arus lalu lintas di Jalan Ridwan Rais masih tersendat. Penonton TKP silih berganti terus mendatangi lokasi kejadian.
(aan/nrl)

SUMBER

Anda ingin Sehat, Lancar rezeki, Meningkatkan Karier, Dimudahkan dalam segala usaha, Lancar Jodoh, Meningkatkan percaya diri & Lebih Dekat dengan Tuhan? Klik DISINI


Bagikan :