Home » Artikel » Artikel Solusi » Bagaimana Cara Memecahkan Masalah Kehidupan Sehari-hari dengan Mudah Dan Cepat?

Bagaimana Cara Memecahkan Masalah Kehidupan Sehari-hari dengan Mudah Dan Cepat?

  • by
Cara Memecahkan Masalah Kehidupan

BAGIKAN :

Cara memecahkan masalah – Setiap orang memiliki masalah dalam hidup. Sebagian besar masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dapat Anda selesaikan dengan cepat. Anda pun bisa menemukan solusi dengan cepat atau menggunakan strategi yang membuat Anda berhasil melewatinya. Namun tak jarang masalah lainnya yang jumplahnya lebih sedikit justru membuat Anda kesulitan untuk menemukan solusinya. Lebih parah lagi jika masalah itu justru akar dari permasalahan yang lain.

Tidak jarang pula masalah muncul berulang atau muncul kembali dalam bentuk yang berbeda. Anda yang telah memiliki pengalaman menghadapinya pasti masalah bisa diatasi. Namun bila masalah itu tidak bisa Anda selesaikan dengan metode yang sama, atau dengan cara lama seperti yang Anda terapkan sebelumnya pasti Anda akan menjadi bingung. Apalagi masalah yang terlihat sama ternyata memberi dampak lebih rumit karena menyebabkan masalah lain yang berbeda sebagai akibat Anda tidak segera menyelesaikannya.

Masalah menjadi lebih sulit ketika Anda tidak tahu solusi yang jelas apalagi bila strategi yang Anda coba sebelumnya tidak berhasil. Jenis masalah seperti ini menyebabkan banyak orang menjadi stres dan meninbulkan kecemasan dan kegelisahan. Untuk itu diperlukan strategi baru yang  berbeda.

Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan sebagai cara memecahkan masalah kehidupan yang sering Anda temui sehari-hari dan bisa Anda praktekkan. Diharapkan cara ini bisa memberikan Anda solusi untuk memecahkan masalah dalam kehidupan Anda.

Langkah-Langkah Memecahkan Masalah Kehidupan Sehari-Hari Yang Bisa Anda Praktekkan

Cara Memecahkan Masalah Kehidupan

Langkah 1: Apakah Ada Masalah dalam Kehidupan Anda?

Sebagai langkah pertama, penting untuk menyadari bahwa ada masalah dalam kehidupan Anda. Karena masalah dapat menyebabkan rasa ketidaknyamanan, kecemasan, mengusik ketenangan maka banyak orang akan berusaha menghindari, mengabaikan, atau menunda-nunda. Apalagi saat orang harus menghadapi masalah sulit dalam hidup mereka.

Sayangnya, menghindari masalah Anda biasanya justru menyebabkannya kembali muncul, dan masalah kecil bisa menjadi masalah besar seiring berjalannya waktu. Kesadaran akan keberadaan sebuah masalah dalam kehidupan Anda akan membuat Anda mau tidak mau harus menerima masalah dan harus belajar untuk mengenali dan menyelesaikannya. Jadi, bagaimana Anda bisa mengenali masalah sejak dini agar Anda bisa menemukan cara memecahkan masalah kehidupan dengan efektif? Inilah yang bisa Anda lakukan:

1. Buat daftar.

Biasakan menulis daftar masalah dalam hidup Anda. Akan lebih mudah untuk memecahkan suatu masalah jika Anda telah menuliskannya. Pendekatan ini juga akan membantu Anda untuk melihat bagaimana masalah tertentu tampaknya muncul berulang kali.

“Petunjuk

“Tuliskan. Ketika suatu masalah membuat Anda cemas, yang terbaik adalah menggunakan pena dan kertas dan menyelesaikannya dalam bentuk tertulis. Anda lebih mungkin menghadapi masalah ketika masalah itu tertulis di depan Anda”

2. Gunakan perasaan Anda.

Kita sering membuat kesalahan dengan menganggap emosi negatif kita adalah masalahnya. Ini salah. Misalnya, Anda mungkin berpikir, “masalahnya adalah saya selalu stres saat bekerja”. Akan lebih tepat untuk mengatakan ada masalah di tempat kerja (seperti kesulitan dengan rekan kerja atau beban kerja yang besar), yang membuat Anda merasa stres dan sebagainya.

Gunakan emosi negatif untuk membimbing Anda: ketika Anda merasa cemas, stres, frustrasi, atau jengkel dalam situasi tertentu, cobalah untuk menemukan masalah yang membuat Anda merasa demikian. Ketika Anda menemukan penyebabnya Anda akan menyesalinya dan perasaan Anda akan lebih peka terhadap kejadian yang sama. Dan Anda punya proteksi untuk tidak mengulanginya

3. Temukan tantangannya.

Hambatan besar bagi kebanyakan orang adalah cara negatif mereka memandang masalah. Jika Anda berpikir bahwa masalah yang terjadi benar-benar mengancam, atau bahwa masalah itu adalah tanda kelemahan atau kegagalan. Dan Anda melihat diri Anda sebagai pemecah masalah yang buruk, Anda tidak akan mampu memecahkan masalah! Artinya, meskipun Anda pandai memecahkan masalah kehidupan, Anda tidak akan mencoba menghadapinya jika Anda merasa tidak bisa dan tidak melihat manfaatnya.

Jika Anda dapat menemukan keuntungan atau peluang dalam suatu masalah, kemungkinan besar Anda akan mengatasinya.

Misalnya, jika masalah Anda tidak cocok dengan rekan kerja, peluangnya mungkin berupa kesempatan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi Anda dan mungkin Anda akan menyelesaikan beberapa pertengkaran dengan rekan kerja Anda secepatnya agar tidak mengganggu kenyamanan Anda di tempat kerja.

Selalu ada manfaat jika Anda memiliki niat tulus ingin memecahkan masalah. Ingatlah bahwa jika Anda memecahkan suatu masalah, bahkan yang sulit sekalipun, hal itu setidaknya mengurangi satu hal yang perlu dikhawatirkan, dan ada pengurangan satu masalah dalam daftar masalah Anda!”

Langkah 2: Apa masalahnya?

Sebelum Anda mencoba memecahkan masalah yang terjadi, Anda harus mendefinisikannya terlebih dahulu apa masalahnya. Berikut beberapa tips tentang cara mendefinisikan dengan benar apa masalah Anda:

1. Fokus pada masalah itu sendiri.

Tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Bagaimana situasinya? (misalnya bos saya memberi saya terlalu banyak pekerjaan).
  • Bagaimana situasi yang saya inginkan? (misalnya saya ingin bos saya memberi saya lebih sedikit pekerjaan)
  • Apa kendala yang menghalangi saya dari situasi yang saya inginkan? (misalnya, saya tidak yakin bagaimana berbicara dengan atasan saya tentang kewajiban kerja saya).
  • Anda kemudian dapat memasukkan masalah Anda ke dalam kalimat tertentu. Misalnya, masalahnya adalah bos saya memberi saya terlalu banyak pekerjaan; Saya ingin pekerjaan saya lebih sedikit, tetapi saya tidak yakin bagaimana memintanya untuk mengurangi beban kerja saya.

2. Hati-hati dengan Opini

Berhati-hatilah untuk tidak memasukkan opini atau asumsi ke dalam definisi Anda. Misalnya, berpikir bahwa masalah pekerjaan Anda adalah bahwa “bos saya brengsek” adalah sebuah opini negatif. Opini itu akan terus merusak pikiran Anda jika tidak Anda rubah maka akan semakin menguras energi Anda dan membentuk pikiran negatif yang merusak.

Sebaiknya buatlah opini yang membuat Anda bisa terus memperbaiki diri ketika berurusan dengan bos Anda. Misalnya buat opni bahwa “bos saya sangat teliti tegas dan unik. Dengan begitu Anda akan memahami setiap kata yang terkandung dalam opini tersebut dan mampu menerjemahkan makna yang tersirat di dalamnya. Agar Anda tidak terkena dampak yang tidak menyenangkan, maka Anda akan berusaha menjadi lebih baik untuk menjawab tantangan seperti opini tersebut.

3. Bersikaplah spesifik dan konkret

Jika Anda terlalu tidak jelas saat mendefinisikan masalah Anda, akan sulit untuk menemukan bagaimana cara memecahkan masalah kehidupan yang Anda alami. Dan Anda akan kesulitan mendapatkan solusinya bahkan meski hanya sekedar untuk mulai memecahkannya.

Misalnya, berpikir bahwa, “masalah saya adalah pekerjaan saya” tidak spesifik atau tidak konkret. Anda mesti mencari tahu apa yang menjadi masalah dalam pekerjaan Anda? Bagaimana Anda akan mulai memperbaiki masalah semacam ini?

Langkah 3: Apa Tujuan Anda?

Untuk mengetahui apakah Anda telah memiliki cara yang tepat dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari Anda, maka penting untuk mengetahui, apa tujuan Anda? Apa kaitan antara tujuan Anda dengan masalah ini? Seperti apa masalah yang akan Anda selesaikan yang berkaitan dengan tujuan Anda?.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar Anda Anda bisa konsisten terhadap tujuan dan bisa mengatasi masalah yang berkaitan dengan tujuan Anda:

1. Bersikap realistis

Pastikan tujuan Anda dapat dicapai; jika itu sebuah hal yang tidak realistis, Anda mungkin tidak akan menjangkaunya dan Anda akan merasa tidak nyaman. Misalnya, dengan masalah pekerjaan, jika tujuan Anda adalah melakukan pekerjaan Anda hanya ketika Anda menginginkannya, kemungkinan besar Anda tidak akan menyelesaikan masalah Anda. Karena pekerjaan akan menumpuk dan terus akan menjadi masalah bagi Anda.

2. Bersikaplah spesifik sebagai cara memecahkan masalah dengan detail

Jika tujuan Anda tidak jelas, Anda tidak akan tahu kapan Anda telah mencapainya. Misalnya, jika Anda berpikir, “tujuan saya adalah bahagia di tempat kerja”, apa artinya itu? Apakah Anda ingin selalu bahagia? Seberapa bahagia? Kapan Anda akan tahu kapan Anda telah mencapai tujuan “bahagia” Anda?

3. Mulailah dengan tujuan jangka pendek

Jika Anda menetapkan tujuan yang dapat dicapai dengan relatif cepat, kemungkinan besar Anda akan menyelesaikan masalah Anda. Anda juga dapat menetapkan tujuan jangka panjang, tetapi pastikan untuk memiliki tujuan jangka pendek juga. Sehingga Anda tahu apakah masalah sudah terpecahkan atau belum.

Dalam masalah pekerjaan, tujuan jangka panjang Anda bisa saja untuk mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik, sementara tujuan jangka pendek mungkin untuk mengurangi beban kerja Anda dan pekerjaan selesai tepat waktu dan Anda terus mendapatkan hasil.

Langkah 4: Memikirkan Solusi

Cara Memecahkan Masalah Kehidupan

Kesalahan terbesar yang cenderung dilakukan ketika mencari cara memecahkan masalah kehidupan sehari-hari dan menemukan solusi untuk masalah  Anda adalah memikirkan solusi lama yang sama. Namun, itu bermanfaat jika solusi lama itu berhasil. Masalahnya masalah tidak selalu sama dan jika hanya mengandalkan cara lama hal itu hanya akan membuat masalah tetap ada.

Untuk mendapatkan solusi baru, Anda dapat mengikuti aturan brainstorming (memunculkan penyelesaian masalah dengan kreatif) sebagai berikut:

1. Rancang banyak solusi:

Anda lebih cenderung menemukan solusi yang baik jika Anda memiliki banyak solusi untuk dipilih. Cobalah untuk memberikan setidaknya 10 kemungkinan solusi untuk masalah Anda. Dengan begitu Anda memiliki banyak alternatif untuk memecahkan masalah Anda.

2. Jangan menilai solusi Anda:

Ingatlah bahwa Anda belum memilih solusi, Anda hanya mencoba memikirkan sebanyak mungkin pilihan. Jadi jangan menilai mereka. Bahkan solusi konyol, aneh, atau ekstrem adalah solusi yang bagus pada tahap ini. Untuk masalah pekerjaan, Anda mungkin memikirkan solusi seperti “keluar dari pekerjaan saya” atau “mengatur pemogokan”. Tulislah! Anda tidak akan pernah menemukan solusi baru jika Anda tidak mau memikirkan solusi yang kreatif meski pada awalnya mungkin dianggap konyol.

3. Miliki berbagai solusi:

Pastikan solusi Anda berbeda satu sama lain. Misalnya, dengan masalah pekerjaan, tidak banyak variasi jika solusi Anda adalah “mengajak bos makan siang dengan saya”, “mengajak bos minum kopi dengan saya”, atau “meminta bos untuk keluar makan malam”. Meskipun ini adalah 3 solusi, pada dasarnya semua solusi yang sama: minta atasan untuk melakukan sesuatu yang sifatnya sosial dengan Anda tapi dengan cara yang beretika dan realistis. 

“INGAT”

“Ketika sampai pada masalah yang sulit, ide pertama yang muncul di benak Anda tidak selalu yang terbaik. Luangkan waktu untuk menemukan kemungkinan baru”.

Beberapa tips lain untuk memikirkan banyak solusi berbeda adalah:

  • Bersikaplah spesifik: Pastikan solusi Anda melibatkan perilaku tertentu, dan bukan strategi umum. Misalnya, solusi, “beri bos daftar semua pekerjaan yang Anda lakukan sekarang” sangat spesifik, dibandingkan dengan solusi, “harus tegas dengan bos saya”. Jika Anda memilih solusi yang terakhir, Anda akan menghadapi masalah baru – memikirkan bagaimana menjadi lebih tegas, dan apakah itu pantas Anda lakukan?
  • Minta bantuan: Jika Anda mengalami kesulitan menemukan solusi baru dan berbeda untuk masalah Anda, mintalah saran dari teman, keluarga, atau rekan kerja. Orang lain mungkin memiliki ide yang bahkan belum pernah Anda pikirkan.

Langkah 5: Menentukan Solusi

Jika Anda bergumul dengan kecemasan, sebenarnya mencari solusi untuk masalah Anda seringkali tampak cukup sulit. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak menyelesaikan masalah dapat menyebabkan lebih banyak kecemasan daripada mencoba menyelesaikannya. Tidak peduli seberapa cemas perasaan Anda.

“INGAT”

“Tujuannya adalah menemukan solusi terbaik untuk masalah Anda, BUKAN solusi yang tepat. Jika ada solusi yang “sempurna”, Anda pasti sudah menemukannya”.

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan ketika Anda merasa sudah menentukan sebuah solusi yang ingin Anda lakukan:

1. Akankah solusi ini memperbaiki masalah saya dan membantu saya mencapai tujuan saya?

Panduan ini mungkin tampak jelas, namun penting untuk memastikan bahwa solusi Anda akan membantu Anda mencapai tujuan Anda. Misalnya, “bekerja lebih keras” sebagai solusi untuk masalah pekerjaan tidak akan membantu Anda mencapai tujuan untuk mengurangi pekerjaan yang harus dilakukan dalam sehari.

Karena sesungguhnya bekerja keras saja tidaklah cukup tetapi diperlukan kecerdasan untuk menata pekarjaan dan menyelesaikannya dengan rapi dan tepat waktu agar menghasilkan yang terbaik.

2. Berapa banyak waktu dan usaha yang tercakup dalam solusi ini?

Anda dapat mengharapkan bahwa solusi apa pun akan membutuhkan waktu dan usaha tetapi jumlah yang terlibat harus terkait dengan kebutuhan Anda. “Berhenti dari pekerjaan saya” sebagai solusi untuk masalah pekerjaan mungkin memerlukan banyak usaha, karena Anda harus mulai mencari pekerjaan baru.

3. Bagaimana perasaan saya jika saya memilih solusi ini?

Jika Anda berpikir bahwa solusi akan membuat Anda merasa buruk, bersalah atau terlalu cemas, itu mungkin bukan solusi terbaik. Misalnya, “berbohong kepada bos tentang seberapa banyak pekerjaan yang sebenarnya saya lakukan” mungkin membuat Anda merasa buruk.

4. Apa biaya dan manfaat solusi ini bagi saya dan orang lain, saat ini dan dalam jangka panjang?

Solusi terbaik akan memiliki manfaat paling banyak dan biaya sesedikit mungkin. Tetapi ketika memikirkan tentang biaya dan manfaat, Anda ingin memikirkan tentang bagaimana suatu solusi akan memengaruhi:

  • Anda sekarang dan di masa depan
  • Orang lain dalam hidup Anda saat ini dan di masa depan

Misalnya, jika Anda memilih solusi, “salahkan rekan kerja saya atas pekerjaan yang belum selesai”, ini mungkin menyelesaikan masalah Anda sekarang, tetapi mungkin akan sangat memengaruhi hubungan Anda dengan rekan kerja Anda, dan dalam jangka panjang atasan Anda mungkin akan tahu. Biaya solusi ini tampaknya lebih besar daripada manfaatnya.

INGAT”

“Tidak ada solusi yang sempurna, jadi ketika Anda menilai setiap solusi potensial, kecil kemungkinannya itu akan memenuhi keempat kriteria. Artinya, mungkin tidak akan menyelesaikan masalah tanpa waktu atau tenaga, membuat Anda merasa bahagia saat melakukannya, dan tidak memiliki biaya dan hanya manfaat. Anda mencari solusi yang TERBAIK memenuhi kriteria, bukan secara sempurna.”

Langkah 6: Melakukan solusi

Ini seringkali merupakan langkah tersulit karena Anda sekarang harus benar-benar mulai menjalankan solusi yang Anda pilih. Kebanyakan orang takut bahwa mereka mungkin telah memilih solusi yang salah, atau mungkin ada solusi yang lebih baik jika mereka lebih memikirkan masalahnya. Ini bukanlah pemikiran yang membantu: lebih baik bertindak daripada tidak melakukan apa-apa.

Untuk membantu Anda melaksanakan solusi Anda, Anda dapat membuat rencana tindakan. Jika Anda tahu bagaimana Anda akan menjalankan solusi Anda, kemungkinan besar Anda akan menindaklanjutinya.

Rencana Anda harus mencakup semua langkah yang perlu Anda ambil untuk melaksanakan solusinya, serta harus sespesifik dan sekonkret mungkin. Misalnya, jika solusi Anda adalah “mendapatkan pekerjaan baru”, beberapa langkah yang terlibat dalam solusi itu seperti:

  • Buatlah daftar jenis pekerjaan yang ingin Anda miliki.
  • Beli koran setiap hari dan periksa iklan “lowongan”.
  • Hubungi semua orang yang mengiklankan pekerjaan yang ingin Anda miliki.
  • Atur ulang jadwal kerja Anda sehingga Anda bisa pergi ke wawancara, jika perlu.

Langkah 7: Memeriksa Masalah Anda

Sekarang setelah Anda menjalankan solusi Anda, Anda perlu memastikan bahwa solusi tersebut berhasil. Terkadang rencana yang paling baik tidak selalu berhasil dengan sempurna, jadi sebaiknya Anda memiliki penanda yang memberi tahu Anda apakah Anda berada di jalur yang benar atau tidak. Misalnya, dengan masalah pekerjaan, Anda mungkin menggunakan beban kerja Anda sebagai penanda untuk melacak solusi Anda. Jika Anda memperhatikan bahwa beban kerja Anda menurun, maka solusi Anda mungkin berhasil.

Apa yang harus Anda lakukan jika solusi Anda tidak berfungsi?

Karena hal yang tidak terduga seringkali terjadi dalam hidup, terkadang solusi terbaik pun tidak berjalan dengan baik, tentu saja sangat disayangkan tetapi itu hal yang wajar dalam kehidupan. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mendaur ulang langkah-langkah yang berbeda dan bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah saya telah mendefinisikan masalah dengan benar?
  • Apakah tujuan saya realistis?
  • Apakah ada solusi lain yang mungkin?
  • Apakah ada solusi yang lebih baik yang bisa saya pilih?
  • Apakah saya melakukannya sesuai rencana?

Jika Anda melakukan langkah-langkah ini, Anda mungkin menemukan kesalahan di suatu tempat, lalu Anda dapat memperbaikinya dan mencoba lagi.

Memecahkan masalah yang sulit dalam hidup memerlukan kerja keras, jadi pastikan untuk memberi hadiah pada diri Anda sendiri setelah pekerjaan selesai dengan baik. Hal ini akan memberikan tambahan energi untuk terus melakukan yang terbaik dengan cara terbaik.”

_______________________________

Namun jika Cara Memecahkan Masalah Kehidupan seperti diatas sudah Anda lakukan namun Anda belum bisa menemukan solusi yang terbaik yang memberikan Anda jalan keluar dari masalah sehari-hari yang Anda alami. Bahkan masalah yang tidak terselesaikan menimbulkan masalah baru yang lebih rumit dan sulit ditemukan solusinya, Anda bisa konsultasikan masalah anda dengan Ahlinya.

Untuk itu Anda bisa melakukan konsultasi dengan konsultan solusi Bapak Syaiful M. Maghsri. Bersama beliau Anda akan mendapatkan bimbingan dan arahan yang akan membantu Anda menyelesaikan masalah yang sulit Anda atasi sendiri dan sulit ditemukan solusinya meski berbagai cara telah Anda lakukan. Sehingga Masalah lebih cepat teratasi, Anda bisa menemukan solusi terbaik serta bisa mewujudkan harapan dengan mudah dan cepat.

 

BAGIKAN :

Berikan Komentar Terbaik Anda Disini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *