Home » Artikel » Artikel Bioenergi » Ilmu Bioenergi Sejalan Dengan Agama

Ilmu Bioenergi Sejalan Dengan Agama

Bioenergi Sejalan Dengan Agama - Bioenergi Center

BAGIKAN :

Ilmu Bioenergi – Teori-teori yang berkembang dalam ilmu pengetahuan, pada kenyataannya tidak selalu sejalan dengan ajaran agama. Pada titik inilah ada sebagaian orang yang kemudian mempertentangkan ilmu pengetahuan dengan agama.

Mereka bertanya apakah keduanya (ilmu pengetahuan dan agama) berjalan seirama dengan prinsip dasar yang dapat diterima oleh akal manusia dan sesuai dengan prinsip Sang Pencipta.

Tanpa pemahaman yang pasti, siapapun kesulitan untuk menjawab pertanyaan itu. Apalagi apabila Anda hanya mengandalkan logika dalam menjawab pertanyaan itu.

Sudah menjadi fitrah kehidupan bahwa kita akan mengalami kemerosotan dan mati karena manusia merupakan makhluk yang penuh dengan kelemahan dan kekurangan. Pengetahuan yang dimiliki pun terbatas. Ilmu yang terbatas inilah kemudian mengakibatkan cara pandang dan pemikiran yang terbatas.

Selanjutnya Ilmu Bioenergi hadir membuka paradikma dan pemikiran baru bagi sipapun dan dengan latar belakang agama apapun, untuk memahami makna setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. dan ilmu Bioenergi selaras dengan ajaran agama juga selaras dengan ilmu pengetahuan (sains).

Manusia tidak akan mampu melawan setiap bencana, menaklukkan setiap derita atau pun mencegah segala malapetaka dengan kekuatannya sendiri. Selalu membutuhkan campur tangan Tuhan di dalamnya. Kita akan melewati semua itu dengan baik jika mau bertawakkal kepada Tuhan, yakin dan percaya sepenuhnya kepada-Nya sebagai Sang Maha Pelindung dan menyerahkan semua perkara hidup kepada-Nya. Inilah prinsip mendasar Ilmu Bioenergi.

Prinsip-prinsip yang mengarah pada kebaikan -kebaikan hidup seperti dalam ilmu Bioenergi hampir ada di semua agama. Sehingga bukan hal yang berlebihan jika dikatakan bahwa Ilmu Bioenergi sejalan dengan Agama.

__________________________

Kenyataan bahwa kehidupan manusia tidak pernah luput dari ujian, cobaan dan masalah bukanlah sebuah rahasia. Baik itu penyakit atau pun beragam problematika kehidupan lainnya akan senantiasa datang selama kita masih menjalani kehidupan. Dan ketika masalah datang, yang harus dilakukan adalah menghadapinya dan mencari solusi yang terbaik.

Sebagai contoh saat manusia merasakan suatu penyakit, apa pun akan dilakukan untuk mendapatkan obat atau metode penyembuhan yang efektif sebagai solusinya. Meskipun konsekuensinya harus ada yang dikorbankan bahkan  meski harus menguras harta mereka.

Berkaitan dengan penyakit, tidak semua orang menyadari bahwa sebagian besar penyakit berasal dari diri sendiri. Bisa karena pola hidup tak sehat, adanya energi negatif atau pikiran negatif yang memunculkan lemahnya spiritualitas dan menyamarkan arah hidup kita.

Sehingga mempengaruhi hati dan pikiran seseorang yang kemudian mempengaruhi siklus energi dalam dirinya. Jika pengaruh tersebut melemahkan hati dan mendegradasi pikiran, maka akan membuatnya kehilangan orientasi hidup, mudah labil, tidak memiliki tujuan, sering gagal fokus bahkan mengakibatkan penyakit atau gangguan dalam dirinya.

Aktivitas yang dilakukan hanya sebagai sebuah ritual yang telah kehilangan esensinya. Tidak heran jika berbagai penyakit fisik dan psikis datang silih berganti di dalam kehidupannya.

Di zaman ini banyak kita temui metode yang menawarkan solusi dalam mengatasi berbagai masalah hidup, termasuk menyembuhkan penyakit, mengatasi masalah kehidupan lainnya. Kita harus waspada dan cerdas sehingga dapat menyaring fenomena yang hadir agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain apaplagi melakukan sesuatu yang bertentangan dengan agama.

Untunglah saat ini sudah ada terobosan spiritual baru yang sangat bermanfaat untuk membantu kita bijak dalam memandang kehidupan dan mensikapinya. Sebuah ilmu yang bersifat Ilmiah, Alamiah dan Illahiah yang disebut dengan Ilmu Bioenergi.

Dengan belajar ilmu Bioenergi  siapapun bisa menemukan solusi terbaik dari berbagai permasalahan hidup yang sering dialaminya. Baik itu penyakit, masalah finansial, usaha, bisnis, karir, jabatan, spiritual bahkan masalah ketenangan hidup. Anda bisa menemukan solusi tersebut dengan belajar Ilmu Bioenergi di Bioenergi Center Yogyakarta melalui pelatihan Bioenergi Abundance.

Ilmu Bioenergi Sejalan dengan Agama - Bioenergi Center

#. Ilmu Bioenergi Sumber Motifasi dan Solusi Masalah Hidup

Jika ada teori ilmu pengetahuan yang tidak sesuai dengan ajaran agama, tugas umat manusia adalah membuktikan bahwa teori tersebut tidak benar.

Hal ini tentu akan menjadi sumber motivasi yang sangat kuat bagi kita untuk mengembangkan teori ilmu pengetahuan yang sejalan dengan ajaran agama.

Bioenergi sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran agama karena energinya secara langsung bersumber dari Allah.

Kecerdasan Bioenergi meletakkan agama sebagai pedoman hidup sehingga akan membuktikan kebenaran-kebenaran hidup yang selama ini tidak kita sadari. Hasil pemanfaatan Ilmu Bioenergi ini akan memperkuat keyakinan seseorang akan rahasia kehidupan yang sejalan dengan ajaran agama yang dianutnya.

Bioenergi merupakan hasil yang tak terelakkan dari proses evolusi. Yaitu dorongan menuju kesempurnaan dengan memahami, merasakan, merefleksi serta membangkitkan inspirasi baru.

Metode alamiah ini sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam dan agama apapun. Ia ada dimana-mana, baik pada tumbuhan, binatang, alam sekitar, manusia bahkan pada benda mati sekali pun.

Karena berasal dari Tuhan dan bersifat alami, Ilmu Bioenergi memiliki sifat kecerdasan tersendiri. Apalagi bila dimanfaatkan untuk mencapai kebaikan hidup. Baik secara fisik, emosional, mental, sosial, ekonomi maupun spiritual.  Secara ilmiah, Bioenergi dapat menyusup ke dalam sistem tubuh makhluk hidup dan di setiap sudut di alam semesta.

Bapak Syaiful M. Maghsri – Penemu dan Formulator Ilmu Bioenergi, Menuturkan bahwa Bioenergi merupakan tradisi spiritual yang bertujuan untuk mengembalikan kondisi hati, jiwa, pikiran maupun kesehatan yang terganggu.

Setiap orang dapat mempelajarinya dengan mudah serta mempraktekkannya sesuai dengan agamanya masing-masing. Karena tidak bertentangan dengan syariat aqidah.

Jadi, Bioenergi merupakan seni menyadari hidup. Dimana sedikit kesadaran saja akan mengembalikan seseorang pada jalan yang benar untuk menjalankan kewajiban-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

#. KerangkanPembuktian Ilmu Bioenergi Sejalan dengan Agama

Praktik spiritual Bioenergi memiliki empat kerangka epistemologis yang membuktikan bahwa Ilmu Bioenergi merupakan ilmu yang sejalan dengan ajaran agama.

⏩ Pertama adalah yakin.

Bioenergi selalu menekankan bahwa kita harus memiliki keyakinan terhadap Tuhan, terhadap diri sendiri maupun terhadap apa yang kita lakukan. Yakinlah bahwa segalanya hanya akan berjalan sesuai dengan kuasa dan kehendak Tuhan.

Yakinlah pula bahwa yang kita lakukan sebagai ikhtiar atas penyakit yang kita derita atau masalah yang kita alami dan harapan yang ingin di wujudkan. Langkah awal yang harus kita jalankan adalah proses pemuliaan hati, penataan ulang maksud hati dan penjernihan tujuan hidup.

Hal ini sesuai dengan Firman Allah : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu” (QS. Al-Baqarah 216).

Ayat ini menegaskan bahwa kebanyakan manusia hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang berbagai hal yang ia hadapi di dunia ini. Seringkali kita berprasangka buruk terhadap suatu hal yang sebenarnya baik begitu pun sebaliknya.

Dari sini Allah mengingatkan agar manusia berhati-hati dalam melangkah dan menentukan sikap terhadap segala hal yang belum ia pahami dengan baik.

Kedua adalah niat.

Peranan niat dalam usaha untuk penyembuhan, atau untuk mengatasi masalah dan mewujudkan harapan tidak boleh diabaikan, karena niat yang mantap (tanpa keraguan) akan menentukan hasil akhirnya.

Dalam hal ini, niat berfungsi sebagai program awal. Segala amal perbuatan harus didasari oleh niat dan hasilnya ditentukan oleh kesungguhan niat.

Niat memiliki hubungan yang erat dengan “keyakinan”, seperti Sabda Nabi Muhammad SAW berikut ini :

“Sesungguhnya amal perbuatan itu harus disertai niat dan setiap orang akan mendapatkan balasan amal sesuai dengan niatnya. Barang siapa yang berhijrah hanya karena Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya tersebut akan menuju kepada Allah dan rasul-Nya. Barang siapa berhijrah karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi maka hijrahnya tersebut menuju pada hal yang ia inginkan” (HR Abu Abdullah Muhammad bin Ismail al-Bukhari dan Abdul husein Muslim bin al-Hajajan Naisburi).

⏩ Ketiga adalah usaha.

Setelah memantapkan niat, jalankan niat tersebut dengan tindakan (action) sesuai dengan tujuan yang kita harapkan. Jangan terpengaruh oleh hal-hal yang berada di luar tujuan; tetaplah berada dalam jalur usaha kita seperti Firman Allah berikut ini :

“Hai anak-anakku, pergilah kamu, carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya. Janganlah kamu berputus asa akan Rahmat Allah. Sesungguhnya jika kita tiada berputus asa akan rahmat Allah, kita bukanlah kaum yang kafir” (QS. Yusuf: 87).

Ayat ini menegaskan perintah Allah agar kita selalu berusaha dan tidak berputus asa selama masih ada sesuatu yang bisa kita lakukan. Allah melarang seseorang berputus asa karena ini sama halnya dengan tidak mengakui Allah sebagai penguasa tunggal di alam ini. Atau dengan kata lain bahwa manusia tidak meyakini bahwa Allah mampu membalikkan keadaan apa pun seperti yang ia kehendaki.

Keempat adalah pasrah (tawakkal).

Sikap ini ditujukan terhadap apa yang Anda usahakan tanpa rasa ragu sedikit pun. Serahkan semuanya kepada Tuhan dan biarkan hasilnya hadir secara alamiah. Yakinlah bahwa sesungguhnya Tuhan telah mengatur segala hal yang akan memunculkan kebaikan-kebaikan dalam hidup.

Bila kebaikan adalah hal yang kita harapkan, berpasrahlah kepada Tuhan agar kebaikan tersebut dapat kita raih di masa depan. Posisi hati seperti inilah yang disebut dengan sikap pasrah (tawakkal), seperti Firman Allah berikut ini :

Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal), yang tidak mati dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba Nya” (QS. Al-Forqon: 58).

Ayat ini menegaskan bahwa setelah kita memiliki rasa yakin, niat kuat serta usaha keras maka langkah terakhir yang harus kita lakukan adalah bertawakkal kepada Allah. Disinilah manusia akan dipuji oleh-Nya sejauh keyakinan kita akan kekuasaan Allah.

Penjelasan di atas memberikan gambaran bahwa metode Bioenergi bukanlah suatu yang bertentangan dengan syar’i karena ilmunya selalu mengarahkan kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan.

Setiap pemanfaatan dan penyaluran Bioenergi harus didahului dengan Doa kepada Allah dan dilanjutkan dengan dzikir atau meditasi secukupnya. Ketika manusia mulai menempuh jalan spiritual ini, ia akan merasakan dorongan yang besar untuk merasakan kekuatan alam semesta di dalam dirinya.

Selanjutnya, Bioenergi akan meyelaraskan dan mengharmoniskan kehidupan. Yaitu melalui proses penyesuaian energi hidup Anda dengan energi spiritual. Sehingga Anda akan masuk ke alam kedamaian hati dan pikiran yang selaras dengan ajaran agama masing-masing.

Jika Anda ingin bisa memanfaatkan Ilmu Bioenergi menjadi solusi dari masalah hidup yang Anda alami serta mewujudkan harapan, agar uang, kelimpahan, kemakmuran dan kebahagiaan mengalir dalam hidup Anda, hati tenang dan damai dan dekat dengan Tuhan, dapatkan caranya dalam pelatihan Bioenergi Abundance.

Ilmu Bioenergi Sejalan dengan Agama - Bioenergi Center

Artikel menarik lainnya:

Sumber: www.quantumbioenergi.com

 

 


Bagikan artikel dan komentar terbaik Anda untuk inspirasi dan motivasi
bagi banyak orang

BAGIKAN :