Home » Artikel » Artikel Solusi » Solusi Masalah Keluarga / Rumah Tangga » Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Bebas Hutang & Lebih Bahagia

Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Bebas Hutang & Lebih Bahagia

Mengatur Keuangan Rumah Tangga

BAGIKAN :

Keuangan rumah tangga kerapkali menjadi pemicu masalah dalam kehidupan rumah tangga. Apalagi jika dalam kehidupan rumah tangga itu tidak ada saling keterbukaan dan komunikasi yang baik. Pemahaman bahwa mengatur keuangan rumah tangga adalah tanggung jawab istri tidak sepenuhnya benar. Dalam hal ini seorang suami juga harus punya Andil dalam masalah keuangan. Tidak hanya sekedar menyetor pendapatannya dan menyerahkan pengelolaan keuangan pada istri, tapi juga harus terlibat dalam mengontrol kondisi keuangan yang ada. Sehingga antara suami dan istri tidak hanya saling menyalahkan. Apalagi mencari alasan pembenaran untuk dirinya sendiri saat terjadi masalah keuangan dalam rumah tangga.

Dalam kehidupan rumah tangga, sesungguhnya setiap orang punya hak dan kewajiban masing-masing. Dan setiap orang harus mampu mengambil peran masing-masing. Ketika hal itu tidak dilakukan atau salah satu pihak melanggar komitmen, maka masalah komplek bisa muncul. Tidak hanya masalah keuangan tapi juga bisa merembet kepada keharmonisan hubungan dan penyakit. Akibatnya ada yang kemudian lalai terhadap tanggung jawabnya, sehingga muncul saling menyalahkan, curiga, dan disisi lain ada yang merasa tersakiti, terabaikan. Hingga kemudian merembet pada masalah besar yang berujung pada rusaknya keharmonisan bahkan perceraian .

Mengatur keuangan rumah tangga adalah tanggung jawab yang gampang-gampang sulit. Karena selain berkaitan dengan pendapatan dan kebutuhan cara pengelolaan juga sangat mempengaruhi. Apalagi gaya hidup dan trend yang berjalan dan silih berganti. Sementara setiap keluarga ingin kebutuhan tercukupi, punya tabungan, punya investasi, pendidikan anak terpenuhi bahkan bisa memiliki kehidupan sosial yang baik. Hanya saja ketika tidak ada keseimbangan dalam memenuhi pos masing masing dari sisi finansial maka bisa memicu kekacauan dan masalah keuangan bahkan muncul hutang. Di mana hutang bisa memicu masalah baru lainnya dalam kehidupan rumah tanggga.

 

Bagaimana agar cara mengatur keuangan Rumah tangga menjadi efektif?

Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Agar cara mengatur keuangan rumah tangga yang dilakukan lebih efektif yang paling utama adalah ada yang diatur. Dalam hal ini ada pendapatan yang terukur atau pendapatan yang bisa dihitung dalam periode tertentu, bisa mingguan, atau bulanan. Kalaupun pendapatan yang Anda peroleh harian, tetap bisa dikalkulasi rata-rata bulanan. Bagaimana mau diatur kalau pendapatan tidak ada atau tidak menentu alias tidak pasti? Iya kan? Berikut ini cara – cara mengatur keuangan rumah tangga yang bisa Anda praktekkan. Meski sederhana namun apabila diaplikasikan akan sangat membantu Anda dalam mengelola keuangan agar Bebas hutang dan hidup lebih bahagia.

  1. Hitung seluruh pendapatan dan pengeluaran rutin bulanan

Dengan menghitung total pendapatan, baik dari pendapatan pokok, pendapatan sampingan, termasuk pendapatan istri apabila bekerja maka akan memudahkan dalam merencanakan sesuatu dan memutuskan sesuatu. Dan lebih penting lagi akan memudahkan siapapun yang akan mengatur keuangan dalam rumah tangga itu. Dalam proses penghitungan tersebut sebaiknya dilakukan secara obyektif dan bersama-sama atas pengetahuan bersama, suami dan istri. Meski kadang ada juga dalam sebuah rumah tangga muslim pendapatan seorang istri adalah murni menjadi miliknya sendiri. Namun tidak ada salahnya apabila untuk aktivitas kalkulasi keuangan ini saling mengerti dan saling memahami.

Menghitung pendapatan total dalam rumah tangga akan sangat bermanfaat untuk saling mengukur diri dan menentukan kehidupan seperti apa yang akan di jalani. Artinya jika pendapatan yang ada lebih dari cukup untuk pengeluaran rutin sehari-hari termasuk untuk bayar angsuran hutang, maka anda sebagian yang harus disisihkan untuk tabungan, investasi, zakat dan juga sedekah. Tabungan penting karena untuk mengantisipasi kondisi darurat, investasi juga penting untuk mengembangkan apa yang ada, sementara itu zakat dan sedekah penting untuk menyeimbangkan kehidupan Anda.

Kenapa juga harus menghitung detail pengeluaran? Karena dengan menghitung detail pengeluaran artinya Anda bisa melakukan langkah strategis untuk keuangan Anda. Jangan sampai penghasilan cukup bahkan berlebih tapi ada pos pengeluaran terutama hutang sampai tidak terbayar. Khusus bagi Anda yang memiliki tanggungan hutang, sebaiknya Anda juga memiliki catatan tersendiri tentang hutang Anda secara detail. Sehingga Anda tahu persis berapa uang yang harus Anda sediakan setiap bulannya untuk pengeluaran rutin dan untuk membayar hutang. Dengan cara ini Anda bisa tahu kapan Anda bebas hutang. Terlebih jika Anda belum memiliki uang untuk melunasi hutang yang sudah jatuh tempo, Anda bisa mengantisipasi dan mempersiapkan diri dengan mengambil langkah yang tepat.

  1. Menyusun rencana pengeluaran prioritas tiap bulan.

Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Setelah Anda menghitung pendapatan dan pengeluaran, selanjutnya Anda harus bisa menyusun pengeluaran prioritas tiap bulan. Hal ini penting, karena untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga, atau pengeluaran tertentu yang jumlahnya tidak biasa. Yaitu pengeluaran yang harus Anda keluarkan secara periodik tapi wajib dikeluarkan pada bulan itu karena sudah jadwalnya dan pengeluaran itu bisa jadi setara dengan setengah atau lebih penghasilan Anda. Dengan membuat rencana pengeluaran prioritas Akan membantu memudahkan Anda membuat peta pengeluaran dan bisa memenuhi setiap pos yang diperlukan.

Misalnya pada bulan tertentu Anda harus membayar uang pendaftaran anak masuk sekolah, atau melunasi pembayaran semesteran anak yang kuliah, atau membayar pajak kendaraan dan sebagainya. Apalagi jika nominal yang harus Anda bayar hampir sama dengan besaran gaji Anda atau bahkan lebih banyak dari pendapatan Anda setiap bulan. Maka urutan prioritas pembayaran akan memudahkan Anda mengatur keuangan rumah tangga Anda. Bila perlu semua rencana pengeluaran bulan sudah dibuat beberapa bulan sekaligus sesuai tanggalnya. Ini akan sangat membantu Anda mengantisipasi melakukan pemborosan dan bisa tetap rutin membayar angsuran dan tagihan tepat waktu. Anda pun akan lebih bisa bernafas lega.

  1. Alokasikan sebagian pendapatan untuk tabungan, asuransi, investasi,

Satu hal yang perlu diperhatikan, mengalokasikan sebagian pendapatan untuk tabungan adalah penting. Jangan menunggu ada kelebihan baru menabung tetapi menabung harus di dahulukan, minimal 10% dari pendapatan. Sebisa mungkin tabungan ini dijadikan sebagai simpanan yang tidak usah di otak atik dan jangan dilibatkan dalam operasional rumah tangga harian. Untuk mengantisipasinya khusus untuk tabungan di buat rekening tabungan tersendiri yang terpisah dengan rekening untuk keluar masuk uang transaksi bisnis, atau transfer gaji dan sebagainya.

Kemudian alokasikan dana untuk investasi dan asuransi terutama asuransi kesehatan. Untuk asuransi kesehatan, harus lebih diutamakan pengalokasiannya dibanding investasi. Karena asuransi apabila ada salah satu anggota keluarga atau Anda sendiri tiba-tiba sakit maka Anda tidak harus mengeluarkan dana besar secara tiba-tiba.

Dan untuk alokasi investasi Anda bisa memperhitungkan secara lebih detail. Pos investasi ini adalah pos yang memang secara prioritas adalah nomor sekian. Setelah pengeluaran rutin, cicilan, atau pembayaran hutang , tabungan dan asuransi. Artinya Anda bisa mengalokasikan dana investasi saat Anda memiliki pendapatan lebih, atau Anda memiliki dana yang terakumulasi di luar dana rutin yang menjadi bagian dari siklus keuangan Anda.

  1. Persiapkan dana cadangan

Layaknya sebuah negara, dana cadangan sangat diperlukan saat kondisi darurat. Jika Anda memiliki dana cadangan pasti Anda tidak perlu mengotk-atik tabungan apabila Anda dihadapkan pada kondisi darurat. Dalam hidup bermasyarakat dana darurat ini penting untuk mencadangkan pengeluaran tak terduga apabila anda harus menghadiri acara keluarga dan memerlukan sumbangan misalnya. Atau Ada peralatan rumah tangga yang tiba-tiba rusak, hilang atau saat terjadi musibah dan kejadian tak terduga.

  1. Cerdas membedakan kebutuhan dan keinginan

Ketika kita punya uang atau minimal punya harapan untuk mendapatkan uang apalagi lebih dari biasanya akan muncul rasa ingin membeli sesuatu. Itu sangat manusiawi, namun kalau bisa hindari membeli sesuatu yang kita tidak perlu. Jangan mudah tergiur harga khusus, diskon, penawaran istimewa atau apapun istilahnya kalau kita benar-benar tidak membutuhkannya. Toh kalau kita beli kemudian manfaatnya tidak sesuai kebutuhan akan sia-sia. Anda juga ingat mengkoleksi barang-barang yang kurang bermanfaat dan berlebihan itu mubazir. Sayang kan……., jadi bedakan mana kebutuhan dan mana keinginan.

Kebutuhan dan keinginan itu samar-samar pada orang yang memegang uang atau punya uang. Namun Anda tetap harus bisa membedakan keduanya. Kebutuhan itu sesutu yang apabila ia tidak ada akan menimbulkan masalah buat kita, akan mengganggu aktivitas kita dan menjadikan apa yang kita lakukan jadi kurang maksimal. Sedangkan keinginan adalah hasrat terpendam yang lebih dipengaruhi oleh nafsu. Seperti nafsu untuk belanja, nafsu untuk tampil beda, nafsu untuk pamer dan lebih bahaya lagi nafsu untuk dianggap wah sama orang lain.

  1. Jauhi hutang Baru (say yes to no debt)

Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Khusus bagi Anda yang mudah tergoda dengan discont, flase sale, barang brandid murah, barang impor harga lokal dan sebagainya, jangan sampai membuat Anda kemudian memiliki hutang baru. Apalagi jika Anda sudah memiliki hutang. Apapun jenis hutangnya mau hutang kartu kredit, hutang leasing, hutang bank, atau bahkan hutang kepada teman atau saudara, selesaikan terlebih dahulu hutang. Prioritaskan hutang terlebih dahulu baru mengikuti keinginan memiliki barang baru. Namun harus bijak, ya……… barang baru yang dibutuhkan terlebih dahulu baru ikuti keinginan.

Namun seandainya keuangan tidak mencukupi untuk membeli sesuatu yang baru, yang lagi in, yang lagi booming jangan dipaksakan apalagi menambah hutang dan menggali hutang baru. Hidup bersahaja akan membuat hati lebih nyaman dan pikiran tenang daripada hidup wah serba berkelas demi gengsi namun akhirnya banyak hutang dan keuangan bermasalah.

  1. Jaga Rasio Utang.

Bagi Anda yang sudah terlanjur memiliki hutang, bayarlah hutang sesuai kesepakatan. Bila hutang itu berupa angsuran atau cicilan, usahakan untuk selalu membayarnya tepat waktu. Dan bila hutang Anda dalam jumlah besar, usahakan besaran hutang Anda tidak melebihi aset yang Anda miliki. Menjaga rasio hutang ini penting agar Anda tidak terbebani angsuran hutang. Akan lebih bagus lagi jika hutang jika tanggungan pembayaran angsuran hutang Anda tidak lebih dari 40& penghasilan Anda. Sehingga banyak pos keuangan yang tetap tercukupi meski Anda memiliki hutang.

Sehingga Kehidupan keuangan Anda akan stabil, keharmonisan dalam rumah tangga tidak terganggu oleh masalah keuangan dan Anda bisa tetap menjalankan aktivitas Anda dengan normal. Pekerjaan lancar, bisnis berjalan dan terus berkembang, rumah tangga tenteram dan damai serta hutang bisa dilunasi tepat waktu. Sehingga Anda kan lebih bahagia dan bebas hutang.

  1. Keselarasan Energi

Poin yang ke 8 ini adalah poin yang paling penting namun terkadang tidak dipahami oleh pasangan suami istri. Yaitu Keselarasan energi antara suami dan istri. Dimana apabila antara suami istri memiliki energi yang selaras dan seimbang maka akan menguatkan ikatan kasih sayang, lebih kompak, bisa fokus pada tujuan bersama dalam rumah tangga dan sebagainya.

Keselarasan energi antar pasangan suami istri juga akan membuat masing-masing bisa saling menghargai dan menghormati. bisa menempatkan diri sesuai dengan porsinya dan bisa saling melengkapi kelebihan dan kekurangan antara keduanya. Namun kenyataannya dalm kehidupan rumah tangga seringkali terdapat kesenjangan energi. Artinya kadang kualitas energi sumi lebih tinggi atau istru justru yang lebih tinggi. akibatnya yang memiliki energi lebih tinggi bisa menguasai yang lainnya dan memunculkan perselisihan demi perselesihan.

Akibatnya apabila ada masalah dalam rumah tangga apalagi masalah keuangan yang memang merupakan masalah yang sensitif akan sangat mengganggu keharmonisan rumah tangga tersebut. Untuk menyeimbangkan frekuensi energi antara pasangan suami – istri bisa dengan mengikuti prose Bioenergi Adjustment. Dan untuk mendapatkan Bioenergi Adjustment Anda bisa mengikuti Pelatihan Bioenergi di Bioenergi Center. Atau memesan produk solusi Kapsul Bioenergi.

__________

Masalah keuangan rumah tangga merupakan sesuatu yang berpengaruh pada kehidupan Anda secara menyeluruh. Oleh karena itu dalam mengelola keuangan rumah tangga antara pasangan harus kompak. Jangan sampai karena masalah keuangan rumah tangga yang tidak beres memunculkan permasalahan dan merusak hubungan. Suami istri selalu dalam pertengkaran dan permusuhan, saling menyalahkan, saling mementingkan egonya sehingga menimbulkan ketidak nyamanan.

Atau bahkan rasa tidak nyaman itu membuat suami/istri berpaling, selingkuh dan saling menyakiti sehingga kehidupan rumah tangga terancam. Jangan sampai hal itu terjadi pada Anda dan orang-orang yang Anda cintai. Jangan sampai karena masalah keuangan yang kacau, rumah tangga terancam dan mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah dan membuat Anda menyesal. Semoga cara mengelola keuangan rumah tangga yang tersaji di atas bisa menjadikan kehidupan rumah tangga lebih bahagia, harmonis, rezeki lancar dan hidup lebih bahagia.

Namun jika Anda saat ini sedang mengalami masalah dalam kehidupan rumah tangga, baik dipicu karena masalah keuangan rumah tangga atau masalah lainnya, sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan konsultan solusi yang tepat. Untuk itu Anda bisa berkonsultasi dengan Konsultan Solusi Bp. Syaiful M. Maghsri.

___________

Bagi Anda yang ingin konsultasi secara langsung dengan Bapak Syaiful Maghsri sebagai Konsultan Solusi Masalah, anda bisa datang langsung ke Bioenergi Center Jl. Veteran No. 153 Yogyakarta.

Agar Anda tidak perlu menunggu dan mengantri sebaiknya Anda menentukan waktunya dan minta dijadwalkan secara khusus dengan menghubungi HP/WA : 0853 2727 1999 (Ibu Enni),0878 3903 8000 (Ibu Evi) , 0274 – 412446 (Office)


Bagikan artikel dan komentar terbaik Anda untuk inspirasi dan motivasi
bagi banyak orang

BAGIKAN :