Home » Artikel » Artikel Umum » Menjadi Orang Tabah dalam Menghadapi Tekanan Hidup dan Stres

Menjadi Orang Tabah dalam Menghadapi Tekanan Hidup dan Stres

Menjadi Orang Tabah

Siapa pun kita, tidak ada yang bebas dari tekanan hidup atau stres. Bagaimana kita menyikapi atau merespon stres dan menjadi orang tabah ternyata sangat membedakan kita satu sama lain. Ada orang yang mudah mengeluh dan mudah menyerah dalam menghadapi tekanan hidup.

Ada pula yang begitu tegar, optimistis, dan memandang tekanan hidup sebagai tantangan. Ketabahan hati ternyata memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan fisik dan mental kita. Menjadi Orang Tabah tidaklah mudah butuh kesabaran besar, kekuatan hati, ikhlas dan tulus serta tingkat keimanan yang baik sehingga hatinya lebih tawakal.

Ketabahan hati, keteguhan hati, atau hardiness, merupakan topik yang jarang dibicarakan dalam psikologi. Untunglah, hal tersebut masih menjadi perhatian sebagian kalangan psikologi, sehingga kita dapat memanfaatkan pengetahuan mengenai ketabahan hati untuk keperluan praktis dalam menghadapi persoalan hidup. Dalam uraian ini kita akan menemukan pengertian, komponen-komponen, dan manfaat dari ketabahan hati dan bagaimana Menjadi Orang Tabah dalam hidup.

Karena Menjadi Orang Tabah membutuhkan kesabaran, kebesaran hati dan perasaan iklas yang tinggi maka orang yang berhasil menjadi Orang tabah telah memiliki tingkat spiritual tinggi. Mereka yang dalam hidup sudah berada dalam dimensi rohani memiliki ketabahan hati dalam menghadapai tekanan hidup namun ia bisa bahagia karena secara spiritual ia menemukan banyak kebaikan. Peningkatan spiritual yang dialami orang-orang tertentu bisa berjalan alamiah namun bagi yang menghendaki peningkatan energi spiritual secara cepat, praktis dan terbimbing, dapat mengikuti Bioenergi Adjustment di Bioenergi Center.

Menjadi Orang Tabah & Ketabahan Hati Menurut Psikolog

Menjadi Orang tabah yang memiliki ketabahan hati tinggi butuh waktu dan pembelajaran dalam hidup. Orang yang ketabahan hatinya terjaga pasti lebih istiqomah dalam menjalani hidup. Apabila bentuk ketabahn mereka karena adanya rasa syukur dan keiklasan yang tinggi membuat apapun yang mereka lalui dalam hidup dapat di nikmati dan disyukuri. Beda dengan orang yang putus asa, sikap pasrah dan mengalahnya karena tidak berdaya akan memunculkan ketabahan hati namun akan memberikan reaksi stress pada jiwanya. Seperti di ungkapakan para ahli berikut ini:

1. Pengertian Kobasa dkk. dalam Journal of Personality and Social Psychology (1982).

Menjelaskan ketabahan hati sebagai suatu konstelasi karakteristik kepribadian yang berfungsi sebagai sumber daya untuk menghadapi peristiwa-peristiwa hidup yang menimbulkan stres. artinya Menjadi Orang Tabah atau sebaliknya adalah karena sifat dan karakter seseorang.

2. Cotton (1990).

Lebih jelas lagi mengartikan ketabahan hati sebagai komitmen yang kuat terhadap diri sendiri. Sehingga dapat menciptakan tingkah laku yang aktif terhadap lingkungan dan perasaan bermakna yang menetralkan efek negatif stres.

3. Quick dkk. (1997)

Menyatakan ketabahan hati sebagai konstruksi kepribadian yang merefleksikan sebuah orientasi yang lebih optimistis terhadap hal-hal yang menyebabkan stres.

Ini sesuai dengan pendapat Kobasa .Yang melihat ketabahan hati sebagai kecenderungan untuk mempersepsikan atau memandang peristiwa-peristiwa hidup yang potensial mendatangkan stres sebagai sesuatu yang tidak terlalu mengancam. Menjadi Orang Tabah hanya dapat dilakukan orang yang yang super sbar katenanya akan tenang menghadapi masalah apapun.

4. Foster & Dion, (2004)

Orang yang memiliki ketabahan hati memiliki keberanian berkonfrontasi terhadap perubahan atau perbedaan dan menarik hikmah dari keadaan tersebut . Nah, apa yang dapat Anda simpulkan mengenai ketabahan hati berdasarkan berbagai penjelasan tadi? Komponen Komponen atau aspek apa saja yang terdapat dalam ketabahan hati? Pengetahuan mengenai hal ini memberikan kejelasan kepada kita untuk dapat mewujudkan ketabahan dalam hidup kita.

5. Franken dalam bukunya Human Motivation (2002)

Menjelaskan adanya tiga komponen di dalam ketabahan hati. Ketiga komponen itu adalah:

  • Kontrol Komponen

    Berisi keyakinan bahwa individu dapat memengaruhi atau mengendalikan apa saja yang terjadi dalam hidupnya. Individu percaya bahwa ia dapat menentukan terjadinya sesuatu dalam hidupnya, sehingga tidak mudah menyerah ketika sedang berada dalam keadaan tertekan. Individu dengan ketabahan hati yang tinggi memiliki pandangan bahwa semua kejadian dalam lingkungan dapat tertangani sendiri. Ia bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu sebagai respon terhadap stres.

  • Seorang tokoh, DuDell, menjabarkan komponen ini menjadi empat, yaitu:

    (a) kerelaan dan keterampilan untuk membuat keputusan yang baik;(b) perasaan otonomi diri dan perasaan adanya suatu pilihan yang dapat diambil;

    (c) kemampuan untuk melihat peristiwa yang menyebabkan stres sebagai suatu bagian dari kehidupan; ;(d) motivasi untuk berprestasi sesuai dengan tujuan.

  • Komitmen

    Komponen ini berisi keyakinan bahwa hidup itu bermakna dan memiliki tujuan. Individu juga berkeyakinan teguh pada dirinya sendiri walau apa pun yang akan terjadi . Menjadi Orang Tabah adalah Pilihan.

    Individu dengan ketabahan hati yang tinggi percaya akan nilai-nilai kebenaran, kepentingan dan nilai-nilai yang menarik tentang siapakah ia dan apa yang mampu ia lakukan. Selain itu, individu dengan ketabahan hati yang tinggi juga percaya bahwa perubahan akan membantunya berkembang dan mendapatkan kebijaksanaan serta belajar banyak dari pengalaman DuDell menjabarkan komponen ini menjadi empat, yaitu:

    (a) ketertarikan dan keingintahuan tentang hidup;(b) keyakinan dan ketahanan diri;

    (c) kerelaan untuk mencari bantuan dan dukungan sosial;

    (d) kemampuan mengenali nilai-nilai pribadinya yang unik dan tujuannya sendiri.

  • Tantangan

    Komponen ini berupa pengertian bahwa hal-hal yang sulit melakukannya atau mewujudkannya adalah sesuatu yang umum terjadi dalam kehidupan. Yang pada akhirnya akan datang kesempatan untuk melakukan dan mewujudkan hal tersebut.

    Dengan demikian individu akan secara ikhlas bersedia terlibat dalam segala perubahan dan melakukan segala aktivitas baru untuk bisa lebih maju. Individu seperti ini biasanya menilai perubahan sebagai sesuatu yang menyenangkan dan menantang daripada sesuatu yang sifatnya mengancam. Dengan pandangan yang terbuka dan fleksibel, tantangan dapat terlihat sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan siapapun harus menghadapinya. Bahkan, tantangan bisa terlihat sebagai kesempatan untuk belajar lebih banyak.

    DuDell menjabarkan komponen ini menjadi empat, yaitu: (a) pendekatan yang fleksibel terhadap orang lain dan kondisi-kondisi tertentu; (b) memandang segala sesuatu secara positif dan optimis; (c) kerelaan untuk mengambil risiko yang membangun; (d) penghargaan serta penerimaan atas keunikan diri sendiri sebagai suatu berkah.

Tidak Mudah Jatuh Sakit Orang yang tabah dapat memetik beberapa manfaat baginya. Menjadi Orang Tabah tentunya memiliki hati yang lapang dan jiwa yang kuat. Wahyu Rahardjo dalam laporan penelitiannya mengenai ketabahan hati (2005) merangkum dari berbagai literatur, dan menuliskan adanya

Tujuh fungsi ketabahan hati

1. Membantu dalam proses adaptasi

Individu dengan ketabahan yang tinggi akan sangat terbantu dalam melakukan proses adaptasi terhadap hal-hal baru, sehingga stres yang ditimbulkan tidak banyak. Sebuah penelitian membuktikan bahwa etnis Cina Kanada yang tinggal di Toronto, yang memiliki ketabahan hati lebih tinggi, lebih mudah beradaptasi dan mengurangi efek kecemasan serta tetap memiliki harga diri yang tinggi ketika mengalami diskriminasi. Sebuah penelitian lain memiliki hasil yang senada, menunjukkan bahwa ketabahan hati dapat membantu penyesuaian diri remaja pria yang melakukan wajib militer.

2. Lebih memiliki toleransi terhadap frustrasi

Sebuah penelitian terhadap dua kelompok mahasiswa, yaitu kelompok yang memiliki ketabahan hati tinggi dan yang rendah, menunjukkan bahwa mereka yang memiliki ketabahan hati tinggi menunjukkan tingkat frustrasi yang lebih rendah dibanding mereka yang ketabahan hatinya rendah.
Senada dengan hasil penelitian itu, penelitian lain menyimpulkan bahwa ketabahan hati dapat membantu mahasiswa untuk tidak berpikir akan melakukan bunuh diri ketika sedang stres dan putus asa.

3. Mengurangi akibat buruk dari stres

Kobasa yang banyak meneliti ketabahan hati menyebutkan bahwa ketabahan hati sangat efektif berperan ketika terjadi periode stres dalam kehidupan seseorang. Demikian pula pernyataan beberapa tokoh lain. Hal ini dapat terjadi karena mereka tidak terlalu menganggap stres sebagai suatu ancaman.

4. Mengurangi kemungkinan terjadinya Burnout.

Burnout, yaitu situasi kehilangan kontrol pribadi karena terlalu besarnya tekanan pekerjaan terhadap diri. Kondisi ini sangat rentan terjadi pada pekerja-pekerja emergency seperti perawat dsb. Mereka yang memiliki beban kerja tinggi. Untuk individu yang memiliki beban kerja tinggi, ketabahan hati sangat perlun untuk mengurangi burnout yang sangat mungkin timbul.

Sebuah penelitian memberikan hasil yang sesuai dengan pernyataan itu, yaitu perawat yang memiliki ketabahan hati tinggi, ternyata lebih sulit mengalami burnout dibanding perawat yang ketabahan hatinya rendah.

5. Mengurangi penilaian negatif terhadap suatu kejadian atau keadaan yang dirasa mengancam dan meningkatkan pengharapan untuk melakukan coping yang berhasil

Coping adalah penyesuaian secara kognitif dan perilaku menuju keadaan yang lebih baik, bertoleransi terhadap tuntutan internal dan eksternal yang terdapat dalam situasi stres. Ketabahan hati membuat individu dapat melakukan coping yang cocok dengan masalah yang sedang Anda hadapi. Individu dengan ketabahan hati tinggi cenderung memandang situasi yang menyebabkan stres sebagai hal positif, dan karena itu mereka dapat lebih jernih dalam menentukan coping yang sesuai.

Pernyataan dari Schult & Schult (1994) tersebut mendapat dukungan dari sebuah penelitian terhadap perawat. Yang menunjukkan bahwa mereka yang memiliki ketabahan hati tinggi lebih baik dalam memilih coping yang sesuai dengan masalah yang terjadi.

6. Lebih sulit untuk jatuh sakit yang biasanya disebabkan oleh stres

Ketabahan hati dapat menjaga individu untuk tetap sehat walaupun mengalami kejadian-kejadian yang penuh stres (Smet, 1994). Karena lebih tahan terhadap stres, individu juga akan lebih sehat dan tidak mudah jatuh sakit karena caranya menghadapi stres lebih baik daripada individu yang ketabahan hatinya rendah (Cooper dkk, 1998).

7. Membantu individu untuk melihat kesempatan lebih jernih sebagai suatu latihan untuk mengambil keputusan.

Kobasa & Pucetti (1983) menyatakan bahwa ketabahan hati dapat membantu individu untuk melihat kesempatan lebih jernih sebagai suatu latihan untuk mengambil keputusan, baik dalam keadaan stres ataupun tidak.

Tekanan hidup bisa terjadi pada siapapun dalam kehidupan ini, langkah terbaik adalah mencari jalan keluarnya, agar tekanan itu tidak menyebabkan stres dan mempengaruhi kebahagiaan hidup Anda. Anda bisa mendapatkan cara terbaik untuk keluar dari tekanan hidup dengan memanfaatkan energi kelimpahan, sehingga Anda bisa mengelola hati, pikiran dan perasaan ANda menjadi tindakan positif.

Dengan mengelola energi kelimpahan, Anda akan lebih memahami setiap kejadian yang terjadi dalam hidup Anda, menemukan makna-makna mendalam dari setiap peristiwa dan mampu menagkap signal keajaiban yang akan mengubah hidup Anda. Segera dapatkan cara mengelola energi kelimpahan agar uang kebahagiaan dan kelimpahan mengalir dalam hidup Anda dengan mengikuti pelatihan Bioenergi Abundance.

Menjadi Orang Tabah - Bioenergi Center

Artikel menarik lainnya:

Bagikan artikel dan komentar terbaik Anda untuk inspirasi dan motivasi bagi banyak orang