Home » Artikel » Artikel Solusi » Solusi Masalah Hidup » Kenapa Sudah Berdoa, Sedekah, Dhuha, Ihtiar, Tapi Belum Sukses & Masalah Belum Teratasi?

Kenapa Sudah Berdoa, Sedekah, Dhuha, Ihtiar, Tapi Belum Sukses & Masalah Belum Teratasi?

Sudah Berdoa, Sedekah, Dhuha, Ihtiar, Tapi Belum Sukses

BAGIKAN :

Pertanyaan – pertanyaan seperti dalam judul diatas kerap kali terjadi dalam kehidupan nyata, dan dialami banyak orang. Tidak jarang hal itu membuat seseorang jadi putus asa, bahkan banyak yang kemudian menyalahkan Allah. Atau mereka menganggap Allah tidak memenuhi janjinya, Allah tidak Adil dan sebagainya. Dibalik pertanyaan Kenapa Sudah Berdoa, Tahajud, Sedekah, Ihtiar, Tapi Belum Sukses & Masalah Belum Teratasi terdapat rahasia besar yang harus dipecahkan. Dan rahasia itu berkaitan erat dengan kesadaran diri serta perlunya pemahaman tentang diri dan Tuhan dari sudut pandang yang luas.

Kesadaran diri sangat penting untuk kita miliki, bahasa inggris kesadaran disebut sebagai conscious  dan ini harus dimiliki oleh setiap orang.Bahkan Agama islam sangat detail menjelaskan tentang konsep kesadaran khusunya konsep kesadaran diri. Kesadaran diri dalam al-Qur’an mengandung pengertian menemukan jati diri dengan cara mendidik dan menghidupkan potensi-potensi fitrah dan internal yang ada pada wujud dirinya dan kemudian menjiwai (memahami dengan hati) hakikat-hakikat keberadaan dan nama-nama serta sifat-sifat Ilahi.

Untuk mendapakan Kesadaran diri Anda bisa belajar ilmu Bioenergi yang merupakan Seni Menyadari Diri. Dimana dengan memahami Bioenergi yang merupakan energi kehidupan, Anda akan lebih mudah memahami rahasia alam semesta, termasuk keajaiban-kejaiban yang bisa terjadi dan bahkan hukum alam semesta yang meliputinya. Kecerdasan Bioenergi akan menuntun Anda menemukan kesadaran diri dan membuat Anda mampu mengelola energi, potensi juga mengelola hati dan pikitran untuk menemukan solusi dalam hidup. Sehingga Anda mampu menjawab pertanyaan Kenapa Sudah Berdoa, Sedekah, Dhuha, Ihtiar, Tapi Belum Sukses & Masalah Belum Teratasi?

Lantas apa yang salah dan apa yang harus kita lakukan, untuk mensikapi hal tersebut juga menjawab pertanyaan tersebut?

Apa yang Salah?

Untuk mengetahui apa yang salah dari apa yang sudah kita lakukan kita harus melakukan introspeksi diri. Apakah cara berdoa kita yang salah? Atau tujuan dari doa kita salah? Begitupun dengan sedekah, kita juga harus introspeksi diri mengenai sedekah yang kita lakukan. Apakah niat dari sedekah kita sudah benar, tujuan dan jumlahnya sudah sesuai dengan yang kita harus lakukan? Bagaimana keiklasan kita dalam sedekah? juga bagaimana dengan cara memperoleh harta yang kita sedekahkan? lantas bagaimana dengan amalan dhuha kita? ihtiar fisik yang kita lakukan apa juga sudah maksimal atau ada yang salah dengan semua itu?

Apa yang Harus dilakukan?

Jika Anda masih menemukan kesalahan dalam apa pun yang telah Anda lakukan, baik dalam berdoa, dalam sedekah, dalam sholat dhuha maupun dalam ihtiar sehari hari yang Anda lakukan segeralah perbaiki dan lakukan perubahan agar menjadi lebih baik.

Bagaimana mensikapi hal itu?

Beribadah, berdoa, tahajud, sedekah merupakan amalan yang dijarkan dalam agama. Namun dalam hal ini memerlukan pemahaman yang benar tentang apa yang kita lakukan dalam ibadah tersebut. ibadah bukan semata ritual rutin yang wajib kita lakukan, namun tendensi dan makna ibadah yang ada di dalamnya juga sangat penting kita pahami. Dan satu hal yang perlu digaris bawahi bahwa ibadah yang kita lakukan harus disertai dengan kesadaran diri yang penuh. Namun yang menjadi pertanyaan apakah kita sudah punya kesadaran diri tersebut? sehingga bisa menjadikan ibadah bukan sekedar ritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan? namun Ibadah memberi makna lebih dalam sehingga kita bisa menangkap pesan-pesan spiritual yang kemudian mempengaruhi kehidupan rohani kita?

Selama ini kita mungkin hanya belajar tentang amalannya, bahwa untuk menjadi kaya, untuk sukses dan punya rezeki yang berlimpah harus begini harus begitu. Namun tidak banyak yang mengajarkan tentang makna sesungguhnya di balik amalan-amalan tersebut. Dan parahnya kebanyakan orang tidak mau berpikir tentang itu, dan hanya sekedar menurut pada diperintah tanpa paham maksud dari perintah tersebut.

Kunci meningkatkan rezeki, kesuksesan atau bahkan meraih kekayaan bukan semata pada banyaknya ibadah yang kita lakukan, doa yang kita panjatkan, banyaknya sedekah, atau jumlah uang yang disedekahkan. Namun kunci dari semua itu justru ada pada pikiran Anda dan hati. Pikiran Anda juga harus paham devinisi jelas tentang kesuksesan, kekayaan dan rezeki. Dengan kesadaran diri yang Anda miliki maka Anda akan lebih mudah memahami rahasia dibalik amalan yang sudah Anda lakukan. Dan kesadaran diri inilah yang akan menghubungkan Anda kepada sang pemilik energi tunggal Allah SWT yang mampu menurunkan keajaiban-keajaiban dari apa yang telah Anda lakukan.

Kenapa Sudah Berdoa, Sedekah, Dhuha, Ihtiar, Tapi Belum Sukses, Rezeki Tidak Meningkat Malah Banyak Masalah?

udah Berdoa, Sedekah, Dhuha, Ihtiar, Tapi Belum Sukses

Ketika banyak masalah, harapan keinginan sulit terwujud, banyak orang kemudian menyalahkan Allah. Saya sudah sedekah, namun mengapa rezeki tidak bertambah malah bisnis justru bangkrut, banyak hutang dan tidak punya uang? Jika Anda mempertanyakan hal itu kepada seorang ustad, bisa jadi jawabannya “Anda kurang ikhlas” atau “itu sudah takdir Allah”. Dan dari situ Anda pasti akan semakin merasa terpuruk dan sibuk menyalahkan orang lain bahkan Tuhan.

Apalagi jika anda masih takut dengan uang, masih menganggap uang itu sesuatu yang membahayakan. Sehingga Anda sedekah untuk menghilangkan bahaya yang ada pada uang itu,  tentu saja sedekah anda menjadi sia-sia. Memangnya ada orang yang takut dengan uang? Jawabannya banyak. Kok bisa ya……..? Mereka yang takut uang kebanyakan merupakan efek dari ajaran-ajaran yang salah tentang rezeki.  Apa yang menyebabkan seolah sedekah menjadi sia-sia? Jawabannya adalah karena Anda sedang menolak atau mengingkari janji Allah bahwa dengan sedekah bisa melipatgandakan rezeki.

Sudah Berdoa, Sedekah, Dhuha, Ihtiar, Tapi Belum Sukses & rejeki masih seret?

Sudah Berdoa, Sedekah, Dhuha, Ihtiar, Tapi Belum Sukses

Untuk bisa menjawab pertanyaan itu kita bisa menggunakan analogi yang lain. Sudah rajin ibadah, berdoa, belajar, sudah less juga plus pelajaran tambahan kok nilainya masih dikit? siapa yang salah…Tuhan ? atau gurunya? kalo kita berfikir jernih dengan akal sehat pasti kita akan menjawab, mungkin cara dan metode saya keliru dalam menjalankan ibadah, berdoa… atau mungkin cara belajar saya yang keliru. Kabar baiknya jika Anda sampai bergumam seperti itu berarti jalan untuk perbaikan mulai terbuka. Jadi apa yang harus dilakukan? perhatikan dan renungi secara mendalam uraian dibawah ini:

  1. Niat

Tidak sedikit orang yang menginginkan sesuatu termasuk untuk keluar dari masalah atau mewujudkan harapan keinginan namun tidak konsisten dengan niatnya. Perlu diketahui bahwa rezeki itu misteri yang siapapun tidak bisa memastikanya, karena itu merupakan hak prerogatif Allah. Allah memberikan karuniaanya kepada yang Ia kehendaki termasuk rezeki, kesuksesan dan kekayaan. Tapi yang paling penting disini adalah apakah niat dari seseorang itu ihlas karena allah? yang di saat nanti rejeki itu mengalir, kesuksesn datang dan kekayaan menghampiri akan di belanjakan untuk jalan kebaikan? Untuk hal-hal yang bermanfaat dan disukai allah? atau justru akan digunakan untuk kemaksiatan.

Dalam hal ini allah mengetahui niat hambanya. jadi sedikit saja niat kita melenceng kearah yang tidak benar, sirnalah sudah sudah harapan itu. Seseorang akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan niatnya. Seringkali Allah akanmemberikan rezeki, itu pada saat yang tepat. Karena itu  rezeki, atau kesuyksesn, atau kekayaan, mungkin bisa tertahan karena jika di berikan si penerima akan binasa dengan adanya rezeki, kesuksesan atau kekayaan yang berlimpah tersebut.

  1. Tidak Mencampur Adukkan Antara Yang Hak dan Yang Batil

 Maksud dari tidak mencampur yang hak dengan yang batil adalah kita wajib memurnikan ibadah, doa, zikir, sholat , sedekah dan amalan kita. Kerjakan ibadah sesuai petunjuk yakni menurut Al-Qur’an & Sunnah.

Untuk itu kita bisa memmenjalankan ibadah dan amalan sesuai yang diajarkan Rasulullah, mencontoh apa yang dikerjakan para sahabat Nabi, para tabiin. Karena merekalah benerasi terbaik yang dibimbing oleh Rasulullah. Dan juga ketika suatu amalan dilakukan namun tidak sesuai dengan tuntunan yangbenar maka amalan itu tertolak. Dimana saat ini banyak berkembang metode-metode ibadah dan cara menjalankan agama yang berbeda-beda.

Jangan sampai kita menjadi bagian dari mereka yang menggunakan metode ibadah, berdoa atau beramal yang salah atau batil, yang tidak sesuai tuntunan. Sehingga amalan kita tertolak dan menghalangi jalan rezeki kita, karen doa, kita tidak sampai.

  1. Bertaubat dengan Sesungguhnya

Sudah Berdoa, Sedekah, Dhuha, Ihtiar, Tapi Belum Sukses

Perlu diingat, bahwa rezeki adalah rahasia Allah, dan kaitannya sangat banyak, diantaranya adalah dosa dan kebatilan. Dosa dan kebatilan yang menumpuk bisa membuat pikiran dan hati tumpul dan bisa menghambat kita dalam menjembut rezeki. Ibarat pisau yang berkarat akan sangat sulit untuk memotong sesuatu, meski yang dipotong sesungguhnya benda yang tidak keras, namun tetap akan sulit memetong dan bahkan justru bisa menimbulkan emosi.

Oleh karena itu doa, mengerjakan amalan pembuka rezeki termasuk sedekah, sholat dhuha, tahajut saja belum cukup. Namun perlu disertai juga dengan taubat yang sungguh-sungguh yang akan membersihkan hati dan memurnikan pikiran. Jika hati dan pikiran jernih kita bisa memunculkan ide-ide kreatif dengan mudah dan bisa membuka pintu rezeki.

Tapi dalam kenyataan ada orang yang malas ibadah, jarang sedekah bahkan suka bermaksiat tapi rezekinya mudahdan berlimpah. Dalam hal ini kita tidak bisa melihat segala sesuatu dari luarnya saja. Karena tentunya kita juga menginginkan rezeki atau kesuksesan maupun kekayaan yang berlimpah, barokah danmanfaat serta membuat kita bahagia. Bukan rezeki yang semakin menambah masalah dalam hidup kita.

Orang yang banyak berbuat maksiat serta penuh dengan hal hal negatif, jika berkelimpahan rezeki sesungguhnya rezekinya hanya mengandung dan melahirkan kemuddharotan saja. Bisa jadi mereka meski hartanya banyak, terlihat sukses dan kaya namun sesungguhnya jiwanya menderita, hatinya kosong dan hampa. Bisa jadi juga rumah tangganya berantakan dan banyak masalah, atau terkena penyakit yang tak kunjung sembuh, hatinya selalu gelisah sampai tak bisa tidur dan sebagainya. Pada orang-orang seperti itu Allah menimpahkan rezeki hanya untuk mengazabnya dan menjauhkan dari rahmat-Nya.

  1. Maksimalkan ihtiar, doa, sedekah, dan ibadah dengan prasangka baik

Dengan berprasangka baik kepada Allah, maka kita memiliki harapan besar dan keyakinan bahwa Allah akan mempermudah urusan kita dana akan menolong kita dari masalah yang kita hadapai. Dan akan membatu kita mewujudkan harapan dalam hidup, melancarkan rezeki. Karena Allah sesuai persangkaan hambanya. Jika kita berprasangka baik maka kita akan memiliki banyak energi positif dan pastinya akan mengalirkan kebaikan-kebaikan, sebaliknya dengan berprasangka buruk apalagi menyalahkan Allah maka kemalangan, kesusahan, kesedihanlah yang terjadi.

  1. Perbanyak Istighfar

Sudah Berdoa, Sedekah, Dhuha, Ihtiar, Tapi Belum Sukses

Rasulullah bersabda, “Barang siapa membiasakan istigfar, maka Allah mudahkan saat sulit, Allah tunjukkan jalan keluar dari masalahnya, dan Allah beri rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka,” (HR Ibnu Majah dan Abu Dawud).

Dosa itu membuat masalah, gelisah, dan sial, “Kemalangan kemalangan kalian karena dosa-dosa kalian” (QS Yasin 19), kalaupun sukses karena dosa itu “istidraaj” kesenangan sesaat dan semu, kemudian akhirnya bala juga (QS Hud 15-16).

Dengan istigar, Allah angkat dosa. Dengan terangkat dosa, terangkatlah masalah, gelisah, dan kesialan.

Jika Anda sudah berdoa, beribadah, sedekah namun hidup masih susah dan banyak masalah,  renungkan hal-hal berikut ini:

  1. Pahami makna doa dan ibadah

Memahami doa dan ibadah menjadi hal yang sangat penting agar kita kita tidak terjerumus pada kesalahan-kesalahan yang fatal. Dalam doa dan ibadah ada aturan, adab. Ada perintah, dan larangan dan sebagainya. Untuk itu mausia yang berpikir harus memperhatikan hal berikut ini:

Pertama, tugas manusia hanyalah berdoa. Perkara dikabulkan atau tidak, itu adalah hak Allah.

Kedua, ingatlah bahwa Allah ingin selalu kita berdoa kepada-Nya. Bisa jadi kita tidak lagi berdoa, ketika doa yang sudah kita panjatkan dikabulkan.

Ketiga, doa tidak terkabul karena ada potensi membawa fitnah bagi diri kita. Semisal, kita memohon agar diberi kekayaan, tidak juga terkabul karena mungkin kita bisa menjadi sombong.

Hal ini berarti kita harus menggantungkan semua harapan hanya kepada Allah Ta’ala. Jika kita Sholat Dhuha hanya sekadar untuk mendapatkan rezeki atau uang dan harta yang melimpah, ketauhilah bahwa rezeki datangnya hanya dari Allah Ta’ala.

Menduakan Allah Ta’ala tidak selalu perbuatan syirik, tapi mengharap rezeki dari suami, perusahaan, rekan bisnis, klien, gaji, customer, sesungguhnya tanpa sadar telah menduakan Allah Ta’ala karena berharap pada selain Allah Ta’ala.

  1. Makanan haram yang kita konsumsi

Apakah makanan yang Anda konsumsi halal? Makanan yang Anda masak halal? Bagaimana cara memperoleh rezeki dan makanan itu, apakah sudah halal? Meskipun sudah sholat Dhuha tapi masih mengonsumsi makanan dan minuman haram, jangan harap doa terkabul. makanan yang haram selain menimbulkan potensi penyakit juga menjadi energi negatif dalam tubuh. Selain itu darah yang mengalir dalam diri kita pun ikut dialiri suatu yang haram dan mengakibatkan ibadah kita tidak di terima.

  1. Apakah kita menyinggung perasaan orangtua?

Dalam Islam orang tua adalah keramat. Menyinggung orang tua, menyakiti hati orangtua, sama seperti memutus rezeki. Oleh karena itu, jaga, hormati, dan sayangi orangtua sepenuh hati, terutama ibu. Ketika kita mendapatkan rezeki, ingat orangtua. Berikan sebagian pada orangtua, bersyukur kepada Allah Ta’ala karena kita dapat berbagi dengan orangtua.

  1. Belum Bertawakal dan Bertaqwa Kepada Allah Ta’ala

Dalam Al Qur’an surat Al A’raf ayat 96, Allah Ta’ala berfirman, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka barakah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri.”

  1. Banyak Melakukan Maksiat

Dalam Hadits Riwayat Ahmad disebutkan, “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” Oleh karena itu, jauhilah maksiat.

  1. Lupa Hakikat bahwa Rezeki tak selalu Uang

Rezeki itu tak selalu berupa uang, kesehatan, kebahagiaan, keluarga, itu juga termasuk rezeki. Tak sedikit orang-orang kaya yang banyak uang itu justru tidak bisa menikmati kekayaannya karena penyakit yang diderita. Syukurilah apa yang kita miliki sekarang ini. Introspeksi diri lagi, apakah ada kesalahan yang kita lakukan hingga membuat rezeki seret.

Manun jika segala cara diatas telah Anda lakukan, Sudah Berdoa, Sedekah, Dhuha, Ihtiar, Tapi Belum Sukses, masalah tak kunjung teratasi bahkan banyak penyakit, hidup tetap saja sulit. Saatnya anda meningkatkan kesadaran diri dan meningkatkan kualitas diri seutuhnya. Sehingga usaha yang Anda lakukan menjadi penuh berkah dan lancar jalannya, rezeki datang dari segala penjuru, masalah cepat teratasi dan kualitas hidup meningkat.

Untuk itu Anda bisa mengikuti program Pelatihan Bioenergi di Bioenergi Center. Berbagai program pelatihan seperti Zona Kaya, GIM, Quantum, M.Ph, dan pelatihan lainnya akan memberikan Anda ilmu untuk menyadari diri dan berbagai solusi untuk masalah hidup yang Anda alami. Dengan Ilmu Bioenergi Anda akan lebih mudah mendapatkan perubahan-perubahan dalam hidup. Sekaligus dengan mudah bisa menemukan kunci kesuksesan, kekayaan, bagaimana membuka pintu rezeki, hidup lebih berkualitas, lebih sehat, sukses, sejahtera dan bahagia.


Bagikan artikel dan komentar terbaik Anda untuk inspirasi dan motivasi
bagi banyak orang

BAGIKAN :