Home » Artikel » Uncategorized » Sukses dan Arogansi 2 Hal Yang Dapat Mempengaruhi Hidup Anda

Sukses dan Arogansi 2 Hal Yang Dapat Mempengaruhi Hidup Anda

Sukses Dan Arogansi

Sukses dan arogansi merupakan 2 hal berbeda dalam hiduyp ini namun keduanya bisa mempengaruhi satu sama lain. Bagaimana Anda mengelola kesuksesan Anda dan menjauh dari sikap arogan akan sangat mempengaruhi tingkat kesuksesan dan kualitas hidup Anda. Kesuksesan adalah sisi positif dari kehidupan yang merupakan buah dari usaha terbaik seseorang dalam bentuk pencapaian kebaikan -kebaikan hidup. Namun dalam sebuah kesuksesan tersembunyi sisi negatif yang bisa mempengaruhi kesuksesan Anda.

Seorang CEO dari perusahaan Fortune 100 mengatakan, “Success can lead to arrogance. When we are arrogant, we quit listening. When we quit listening, we stop changing. In today’s rapidly moving world, if we quit changing, we will ultimately fail.” (Sukses bisa membuat kita jadi arogan. Saat kita arogan, kita berhenti mendengarkan. Ketika kita berhenti mendengarkan, kita berhenti berubah. Dan di dunia yang terus berubah dengan begitu cepatnya seperti sekarang, kalau kita berhenti berubah, maka kita akan gagal dan jauh dari kesuksesan).

Itulah salah satu sisi negatif dari kesuksesan, yakni arogansi. Arogansi muncul saat seseorang merasa diri paling hebat, paling luar biasa, dan paling baik dibandingkan dengan yang lainnya. Penyakit mental ini bisa menjangkiti siapa saja, mulai dari organisasi, produk, pemimpin, sampai orang biasa. Khusus pada tulisan ini, kita akan membicarakan soal manusianya.

Kesuksesan dan Arogansi Amat Dekat

Orang sukses lalu bersombong ria sebenarnya patut disayangkan. Namun faktanya kesuksesan dan arogansi itu sangat dekat, dan hanya terhalang jijab tipis, yang bila materinya tidak kuat dan tahan terpaan, akan sangat mudah koyak.

Bayangkan saja, saat berjuang keras menggapai kesuksesan, mereka begitu terbuka untuk belajar. Mereka mau mendengarkan. Mereka mau berjerih payah, berani hidup susah, dan mengorbankan banyak hal bahkan kadang berani mengorbankan diri. Secara kasat mata, mereka tampak sangat ‘merakyat’ hidupnya. Akan tetapi, itu dulu. Sayang sekali, saat kesuksesan datang, mereka lupa diri.

Mungkin dia akan berkata, “Saya sudah berhasil mencapai yang terbaik. Sekarang, Andalah yang harus mendengarkan saya. Saya tidak perlu lagi mendengarkan Anda.” Hal itu diperparah lagi ketika mereka dikelilingi oleh para ‘yes man’ yang tidak berani angkat bicara soal kekurangan orang ini. Hal ini membuat orang itu semakin ‘megalomania’ , pongah, angkuh, dan egois. Ia terbelenggu oleh kesuksesannya sendiri. Ia kemudian tidak pernah belajar lagi.

Ada Seorang Pebisnis, dia menceritakan susah payahnya membangun bisnisnya. Cerita yang mengharukan sekaligus heroik ketika dia harus tidur di kolong jembatan saat tiba di Jakarta ketika remaja. Dengan susah payah dia merangkak dari bawah untuk bertahan hidup. Menikah tanpa uang sepeser pun. Hidup di rumah kontrakan kecil. Akan tetapi, dia tidak patah arang. Dia mengamati cara kerja orang sukses, mencontoh, dan memodifikasi sendiri produknya. Sekarang, dia pun berjaya. Tiga pabrik besar ada di genggamannya.

Namun, sayang sekali. Perusahaan itu sedang diterpa badai masalah internal. Pemicunya tak lain adalah sikap pemimpin yang arogan. Dia otoriter dan antikritik. “Kalau saya bisa, kalian juga harus bisa,” katanya pongah. Dia pun menolak ide-ide baru. Dia mengelola perusahaan dengan serampangan. Turn over karyawan pun tinggi. Sisanya hanya kelompok para ‘penjilat’ yang tidak berani melawan. Dia menginginkan anak buahnya di-training. Padahal, dia sendiri yang perlu up date diri dengan training.

Arogansi Bisa Menghampiri Siapa Saja.

Arogansi bisa muncul dalam kehidupan karena penyebabnya, meski ada yang merupakan karakter bawaan. Banyak juga faktor yang bisa memicu kemunculannya, tidak selalu dari kesuksesan, namun juga bisa dari bentuk lain dari kesuksesan seperti kepemilikan kekuasaan, ketenaran, kecantikan atau ketampanan juga kepandaian dan kekayaan. Bahkan seorang pemuka agama, seorang pendidik, guru, dosen, yang tiap hari memberi suatu pencerahan bagi orang lain sangat mungkin memiliki arogansi tinggi.

Dari situ, kita belajar banyak untuk hati-hati. Kesuksesan jangan membuat kita arogan dan cenderung self centered serta tidak mau mendengarkan orang lain. Dunia begitu mengenal sosok Mao, Hitler, atau pun Stalin. Mereka berjuang dari basis bawah menuju pucuk kepemimpinan. Mereka pun berjuang untuk perubahan di masyarakatnya. Idealisme mereka sangat luar biasa. Orang pun dibuatnya kagum.

Namun, mereka lupa daratan ketika sukses. Mereka memonopoli kebenaran tunggal alias antikritik dan anti pembaruan. Mereka memimpin dengan tangan besi. Korban pun bergelimpangan dari tangannya. Begitu juga dalam sejarah bisnis. IBM yang begitu besar dan terkenal pernah mengalami kemerosotan saat arogansi membekap sikap dan pikiran para pemimpin mereka.

Terjebak retorika, namun itulah yang terjadi apabila orang berhenti belajar dan merasa diri sudah selesai karena sudah sukses. Tanpa dia sadari, lingkungannya terus belajar, berinovasi, dan berkembang. Sementara, dia mandek pada posisinya. Akibatnya, kesuksesan yang dia peroleh lama-kelamaan menjadi basi. Tanpa sadar, kompetitor mereka bergerak jauh meninggalkan dirinya di belakang. Mereka terjebak dalam retorika, kalimat, jurus yang itu-itu saja alias usang. Arogansi telah menutup hati dan pikirannya untuk kreatif menemukan jurus dan tip-tip baru mempertahankan sekaligus mengembangkan kesuksesannya. Di sinilah, arogansi berujung pada malapetaka dan kehancuran.

Bagaimana Agar Kesuksesan Tidak Berubah Menjadi Arogansi?

Jadi, bagaimanakah agar kesuksesan kita tidak berubah menjadi arogansi? berikut tipsnya:

Pertama– Aware (sadar) dengan sikap dan tingkah laku kita selalu.

Meskipun sudah sukses, kita perlu memberi waktu untuk menyadari sikap dan perilaku kita di mata orang lain. Selalulah sadar apakah nada dan ucapan serta tindak tanduk kita sekarang semakin membuat banyak orang lain terluka? Apakah kita masih tetap menghargai orang lain? Apalagi orang-orang yang telah turut membawa Anda ke level sukses sekarang, apakah Anda hargai? Jangan sampai, tatkala masih bersusah payah, kita begitu respek, tetapi setelah sukses justru mencampakkan mereka.

Kedua– Waspadai umpan balik yang hanya menghibur kita tetapi tidak membuat kita belajar lagi.

Hati-hati dengan orang di sekeliling kita yang hanya mengatakan hal bagus, tetapi tidak berani memberikan masukan yang baik. Kadang, masukan negatif juga kita perlukan demi perkembangan, sesukses apa pun kita.

Ketiga– Awasi dan peka dengan perubahan yang terjadi.

Dalam buku Who Moved My Cheese disimpulkan bahwa kita harus selalu mencium keju kita, apakah sudah basi ataukah mulai diambil orang lain. Kita pun harus terus mencium dan peka bagaimana orang lain mengembangkan dirinya serta bisa jadi ancaman bagi kita. Jangan pula merasa diri paling hebat dan lupa belajar.

Keempat– Sopan dan rendah hati untuk belajar dari orang lain.

Semoga tulisan ini menginspirasi Anda untuk meraih sukses sejati. Kesuksesan yang membuat Anda tidak arogan. Baiknya kita tutup tulisan ini dengan kalimat kuno yang seringkali sudah kita dengar. “Di atas langit masih ada langit yang lain”.

Kesuksesan adalah pencapaian terbaik dan hasil dari usaha luar biasa seseorang. Banyak hal yang bisa mempengaruhi seseorang menjadi sukses dan merubah karekter seseorang yang telah sukses. Semua tergantung dari kekuatan dan kebersihan hati dan pikiran. Sukses adalah pilihan Anda ingin sukses dan semakin sukses. Atau Anda menjadi arogansi setelah sukses sehingga merusak kesuksesan Anda tersebut juga pilihan Anda.

Kesadaran untuk mengelola energi kesuksesan agar Anda bisa meraih sukses dengan cara yang berbeda dan tetap menjadi orang yang tidak arogan adalah prestasi. Jika Anda ingin mengelola energi kesuksesan dan kelimpahan agar cepat meraih kesuksesan yang Sebenarnya, mampu mewujudkan harapan dalam hidup Anda, agar uang, kebahagiaan dan kelimpahan mengalir dalam hidup Anda, dapatkan caranya dengan mengikuti pelatihan Bioenergi Abundance.

Sukses dan Arogansi - Bioenergi Center

Artikel menarik lainnya:

Bagikan artikel dan komentar terbaik Anda untuk inspirasi dan motivasi bagi banyak orang