Koro Pedang Pengganti Kedelai

Mentan Anton Apriyantono
Koro Pedang Pengganti Kedelai

Cianjur, Pelita
Untuk mengurangi ketergantungan impor kacang kedelai diperlukan alternatif yang sangat menguntungkan bagi petani, perajin tahu tempe dan konsumen dengan bahan baku yang mengandung kadar protein tinggi.
Mentan (Menteri Pertanian), Anton Apriyantono, mengemukakan, koro pedagang sebagai salah satu alternatif komoditas yang memiliki kadar protein tinggi sebagai salah satu alternatif pengganti kedelai, dan mengurangi impor kacang kedelai.
Dengan gerakan menanam koro pedang kebutuhan kedelai dapat tergantikan dengan koro pedang, dan dapat mengurangi impor kedelai, tegas Mentan, ketika Mencanangkan Penanaman Koro Pedang di Desa Pesawahan, Kecamatan Takokak, Cianjur, Jawa Barat (Jabar), Jumat (24/7) petang sekitar pukul 17.30 WIB.
Pencanangan penanaman koro pedang yang dipusatkan di Desa Pesawahan dengan sasaran penanaman koro pedang seluas 5.000 hektar di 10 kabupaten di Jabar, diantaranya Kabupaten Cianjur, Sukabumi, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, dan yang lainnya.
Menandai dimulainya penanaman koro pedang, Mentan Anton Apriyantono, bersama-sama dengan Wakil Bupati Cianjur, H Dadang Sufianto, melakukan penananam biji koro pedang diikuti para pejabat lainnya, yang disaksikan para petani.
Pencanangan penanaman koro pedang oleh Mentan, disambut baik oleh para petani dan perajin tahu tempe di Kabupaten Cianjur, diharapkan tidak menjadi gebrakan sesaat, yang kemudian hari tidak berkelanjutan.
Dicontohkan untuk memenuhi kebutuhan kedelai beberapa waktu lalu, Bupati Cianjur, H Tjetjep Muchtar Soleh, mencanangkan penanaman kedelai, namun kemudian tidak berlanjut, para petani tidak lagi melakukan penanaman kedelai.
Tidak berkelanjutannya penanaman kedelai sebagai upaya menjadikan kedelai komoditas unggulan selain tanaman padi, karena lemahnya dorongan dan pembinaan dari pemerintah sendiri secara berkelanjutan.
Begitu juga agar penanaman koro pedang berkelanjutan diperlukan keseriusan dari Pemkab. Jangan sampai hanya cukup mencanangkan saja, tetapi harus berkelanjutan dengan pembinaan, kata salah seorang petani di Desa Sukasirna, Sukaluyu. (man)

sumber

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *