Home » Artikel » Artikel Solusi » Ingin Anak Berprestasi & Sukses Dalam Hidup? Inilah Kuncinya!

Ingin Anak Berprestasi & Sukses Dalam Hidup? Inilah Kuncinya!

Ingin Anak Berprestasi & Sukses

BAGIKAN :

Orang tua mana yang tidak ingin anaknya berprestasi di sekolah, menonjol pendidikannya, sekolah di sekolah favorit & memiliki banyak penghargaan? Apalagi memiliki anak yang cerdas, dengan segudang kejuaraan, selalu dapat ranking terbaik di kelas, lulus sekolah dengan NEM bagus, IPK bagus dan sebagainya. Namun apakah semua hal bagus diatas cukup untuk mengantar mereka menjadi orang sukses di masa mendatang? Dimana tantangan jaman, perkembangan ilmu pengetahuan teknologi terus berkembang. Siapapun yang ingin anak berprestasi dan sukses harus memahami kebutuhan anak akan pendidikan & mengelola seluruh potensi kecerdasan secara terpadu. Baik itu kecerdasan akademis, emosi, juga kecerdasan spiritualnya.

Mengapa? Jawabannya adalah karena kalau kita hanya mengandalkan prestasi anak di sekolah saja tidak cukup menjadi bekal mereka di masalah yang akan datang. Meskipun anak bisa selalu mendapatkan ranking bagus, NEM tinggi dan IPK tinggi di tempat belajarnya. Sebuah studi mengenai relevansi antara sistem pendidikan, prestasi dan kesuksesan anak di masa depan menyatakan bahwa prestasi akademik bagus tidak menjamin seorang anak menjadi sukses. Justru banyak faktor lain yang tidak masuk dalam sistem pendidikan kita yang justru punya andil besar dalam meraih kesuksesan kurang mendapat perhatian.

Dalam mengarahkan putra-putrinya, orang tua juga harus paham bahwa anak harus di bawa ke jalur yang benar dan sesuai frekuensinya. Karena itu kecerdasan yang harus dikelola adalah tidak hanya berkaitan dengan prestasi dalam angka, namun juga yang berkaitan dengan berbagai faktor-faktor kehidupan secara menyeluruh.

Ingin Anak berprestasi? Pahami ini!

Ingin Anak Berprestasi & Sukses

Mengenai prestasi & kesuksesan, Prof Agus Budiyono, seorang Pengajar sekaligus pengamat&praktisi pendidikan yang lelah mengajar di berbagai universitas dari berbagai negara menyatakan hal sangat mengejutkan. Pada tulisannya yang dilansir dalam sebuah blog dengan judul “Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Rangking’ menyatakan bahwa Ada tiga konsep yang tidak beliau percaya sepenuhnya dalam sistem pendidikan yaitu: NEM, IPK dan rangking.

Beliau telah mengarungi sistem pendidikan selama 22 tahun. 1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2&3. Kemudian dilanjut mengajar selama 15 tahun di universitas di tiga negara maju (AS, Korsel, Australia) dan tanah air. Beliau menilai betapa tidak relevannya mengenai NEM, IPK dan Ranking dengan apa yang secara normal didefinisikan sebagai kesuksesan.Ternyata sinyalemen beliau didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang akan berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US.

Hasil penelitian beliau menyatakan, ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan tentu saja rangking) hanyalah faktor sukses no ke 30! Sementara itu faktor IQ pada urutan ke-21 dan bersekolah ke universitas/sekolah favorit di urutan ke-23. Artinya Banyak faktor lain yang lebih besar pengaruhnya terhadap kesuksesan.

Apa Arti dari semua itu?

 

Ingin Anak Berprestasi & Sukses

Menurut Beliau, secara sederhana dapat di pahami bahwa:
Apabila anak anda nilai matematikanya 45? Tidak masalah.
Tidak lulus ujian fisika? Bukan masalah besar.
NEM tidak begitu sesuai harapan ? Paling banter akibatnya adalah tidak bisa masuk sekolah favorit. Yang  memang, menurut hasil riset, tidak terlalu pengaruh ke kesuksesan seseorang.
IPK termasuk golongan dua koma (baik dua koma sembilan….belas maupun dua koma pas) ?
Jangan sedih. IPK hanya mitos. Paling banter adalah hanya alat ukur yang tidak akurat.
Anak anda sekolah di SMA biasa dan bukan SMA Favorit? Tidak masalah.

Lalu apakah faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu?

Menurut riset Stanley berikut ini adalah sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan:
1. Kejujuran (Being honest with all people)
2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
3. Mudah bergaul (Getting along with people)
4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
5. Kerja keras (Working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business)
7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities)
8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/personality)
9. Hidup teratur (Being very well-organized)
10. Kemampuan menjual ide (Having an ability to sell my ideas/products)

Apa makna dari semua itu?

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM, IPK & Ranking. Dalam kurikulum pendidikan kita faktor-faktor tersebut masuk dalam kategori soft skill. Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan ekstra-kurikuler. Itupun kalau diadakan dan diikuti. Hal yang perlu digaris bawahi dari hasil temuan diatas adalah bahwa menanamkan pembiasaan positif seperti kejujuran, disiplin, pergaulan, kepemimpinan, berkepribadian positif harus menjadi perhatian.

Apabila kita perhatikan secara seksama berbagai hal diatas masuk karena kecerdasan emosional dan spiritual. Karena berkaitan dengan karakter, budi pekerti dan pembiasaan hal positif. Artinya kecerdasan emosional harus dibangun dengan pondasi yang kuat, sehingga orang tua yang ingin anak berprestasi dan sukses dalam hidup dapat mengaplikasikannya sebagai basic pembentukan karakter anak.

Membentuk kepribadian jujur disiplin dan bertanggung jawab bukan dari pelajaran disekolah atau di kampus. Porsi ini seharusnya dipegang oleh orang tua, sehingga poin no 4 yaitu dukungan pendamping menjadi penting. Orang tua terutama ibu yang dalam agama islam dikatakan sebagai madrasah pertama dan utama bagi anak-anaknya sangatlah tepat. Apalagi untuk menjawab pernyataan no 7 & 8 yang membutuhkan kepercayaan diri yang kuat. Sehingga perlu cara dan strategi khusus. Dalam hal ini orang tua yang ingin anak berprestasi dan sukses harus memiliki kualitas energi yang baik sebagai bagian pendampingan mereka.

Bagaimana dengan kecintaan pada apa yang dikerjakan?

Ingin Anak Berprestasi & Sukses

Mengenai kecintaan pada apa yang dikerjakan, bisa berkonotasi hobby. Namun bisa juga bahwa seseorang harus mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati. Sekalipun hal baru baginya harus di cintai, melibatkan totalitas dan cinta serta menggunakan energi maksimal. Dalam banyak kasus faktor nomor 6 ini benar-benar terbukti.

Banyak seorang yang lulus dengan predikat cumlaude yang enggan menjadi pegawai negeri bahkan menolak menjadi karyawan di perusahaan besar justru sukses ketika menjalankan hobinya. Ia rela menggeluti bidang yang menjadi keahlian dan kesukaannya dan berjibaku dalam kompetisi dibidangnya namun berujung sukses. Bahkan kesuksesannya bisa dinikmati banyak orang hanya dengan menonjolkan kecintaan pada bidang tertentu.

Artinya seseorang yang bisa menemukan chemistry pada bidang tertentu dan mengerjakannya penuh rasa cinta maka memiliki peluang sukses yang besar. Dengan rasa cinta pada apa yang kita kerjakan akan menstimulasi suplay hormon endorfin yang tidak ada habisnya. Itu bagian dari hukum alam, dan hal ini tidak bisa kita temukan kalau kita tidak menjalaninya. Kita hanya perlu menemukan kecintaan tersebut sekali dan selanjutnya energi semesta yang akan menggerakkannya. Artinya kita akan mendapat dukungan dari energi di sekitar kita yang memiliki energi selaras dengan harapan dan keinginan kita untuk sukses.

*******

Dengan mengelola hal-hal diluar akademis, bahkan membiasakan berbagai hal positif dan menjadikannya pondasi kita dalam belajar maka kesuksesan akan mudah dicapai. Didukung dengan karakter dan kecerdasan terpadu yaitu kecerdasan akademis yang juga baik, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yang bagus maka dengan sendirinya telah menanamkan energi kesuksesan.

Siapa pun yang ingin anak berprestasi dan sukses dalam hidup, harus mampu mengarahkan anak dan mengelolanya melalui pendampingan yang bijak. Meskipun anak tidak harus berprestasi secara akademik bisa sukses, namun jika anak berprestasi dalam banyak hal, maka akan meningkatkan kepercayaan dirinya. Apalagi didukung oleh lingkungan yang baik maka akan sangat mendukung potensi kesuksesannya dalam hidup dimasa depan.

Adakah hambatan bagi yang anaknya ingin berprestasi dan sukses?

Hambatan bagi anak yang ingin berprestasi dan sukses akan selalu ada. Justru hambatan dan kendala itu datang dari mereka sendiri. Ketika kita sudah memahami bahwa faktor pendukung kesuksesan itu memang tidak banyak dari sisi akademik. Namun justru banyak dari kepribadian, karekter, kebiasaan positif dan pengelolaan kecerdasan emosional dan spiritual. Ketika kita mencocokkan dengan kondisi anak kita banyak yang tidak sesuai bahkan sebaliknya. Yaitu:

  • Anak sulit berprilaku jujur
  • Malas
  • Pemalu
  • Tidak percaya diri
  • Sulit bergaul
  • Susah diatur
  • Mudah marah dan melawan orang tua
  • dll

Apakah artinya tidak ada kemungkinan anak menjadi berprestasi dan sukses? Jawabannya adalah bahwa kemungkinan selalu ada asalkan untuk point 4 (dukungan pendamping) harus lebih maksimal. Tapi bagaimana jika untuk hal ini Anda juga punya kendala? Yaitu kesibukan Anda menjadi masalah bagi pendampingan putra-putri Anda.

Apa solusinya?

Anda tidak perlu kuatir dan cemas. Ketika Anda ingin anak berprestasi dan sukses dalam hidupnya, faktor akademis dengan angka bagus tidak mutlak. Memberi Anda nafas lega. Kalau hal itu bisa dicapai tetaplah bagus! Karena hal itu bisa meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi anak. Kalupun tidak bisa tercapai Anda bisa mengeksplor anak dari sisi yang lain. Tidak perlu dipaksakan, karena justru bisa membuat anak membentuk mental blok yang mengakibatkan kesulitan bagi anda.

Sukses tidak ditentukan oleh nilai dalam belajar. Tidak perlu NEM Tinggi, IPK Cumlaude, atau Rangking bagus. Ketika anak memiliki prestasi biasa namun punya banyak faktor yang mendukung potensi suksesnya maka peluang sukses tetap ada. Bahkan ketika anak tidak sukses dalam bidang yang menjadi favorit banyak orang, pasti ada bidang yang menjadi bakatnya atau hobbynya yang akan menjadi jalan suksesnya. Namun bila Anda yang ingin anak berprestasi dan sukses namun kenyataannya berbagai hal positif tidak Anda temukan dalam diri Anak Anda, maka segera cari solusinya.

*******

Cara paling mudah dan praktis sebagai kunci bagi Anda yang ingin anak berprestasi & sukses adalah dengan Kapsul Kecerdasan Bioenergi. Kapsul Kecerdasan Bioenergi mengandung energi bioelektromaknetik yang bekerja aktif meningkatkan kinerja otak. Bahkan berpotensi menstimulasi peningkatan frekuensi gelombang otak dan fungsi sel otak aktifnya. Dimana siapapun yang mengalami peningkatan dalam jumlah sel otaknya akan mengalami peningkatan kecerdasan terpadu. Baik kecerdasan dalam akademisnya, kecerdasan emosionalnya juga kecerdasan spiritualnya.

Sehingga anak akan lebih memiliki motivasi dalam belajar, kreatif dan banyak ide cemerlang, lebih sehat, juga memiliki kualitas spiritual yang bagus. Kapsul kecerdasan akan menjadi investasi berharga bagi putra-putri Anda. Meningkatkan kualitas energi mereka sehingga anak akan mendapatkan energi untuk tumbuh kembang dengan baik. Cerdas, kuat, berkarakter dan siap menghadapi tantangan hidup.


Bagikan artikel dan komentar terbaik Anda untuk inspirasi dan motivasi
bagi banyak orang

BAGIKAN :